Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu. Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.
Hai sobat muda, ketemu lagi bersama kami, tim Buletin FORDA MAN Godean yang senantiasa setia menemani hari-hari kita denan hikmah. Dalam edisi kali ini, tim FORDA MAN Godean akan membawakan sebuah sajian singkat yang berjudul “Yuuk Berbusana Muslim dan Muslimah”, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin
Teman-teman yang mudah-mudahan diberikan kebaikan oleh Allah Baarokallaahu Fiy Kum. Pernahkah kita mendengar istilah hijab syar’i? Ya, saya yakin teman-teman sudah banyak yang mengetahuinya. Hijab syar’i ini memiliki arti yaitu menutup diri dengan busana yang sesuai dengan syar’iyyah, atau aturan-aturan islam. Yup, jadi bukan hijab-hijaban yang tidak karuan, tapi hijab yang beneran.
Sebagaimana dalam Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya :
Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS: Al-Ahzab Ayat: 59)
Nah, coba deh teman-teman perhatikan ayat diatas dengan seksama. Ayat diatas itu memiliki kandungan yang sangaaaaat banyak bagi kehidupan kitaselaku kaum muslimin.
Faidah yang terdapat dari ayat diatas adalah :
1. 1. Hijab itu sifatnya menutup
Jadi, kalau ada yang pakai baju tipis dan ketat, itu bener apa salah mba? Bukannya menutup, tapi malah seperti membungkus. Walah walah, seperti lontong saja. Hehehe
Jadi, seseorang yang mengenakan hijab itu, seharusnya memakainya tidak setengah-setengah. Maksudnya, kalau pakai hijab itu, janganlah pakai yang tipis dan ketat, sehingga tetap saja membentuk badannya. Iya, kalau laki-laki juga hendaknya tidak memakai celana yang ketat lho, dan juga menutup aurat. Siapa yang tau auratnya laki-laki itu dari apa sampai apa? Iya betul, auratnya laki-laki itu dari pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan itu adalah seluruh anggota badannya, kecuali telapak tangan dan wajahnya (penj-). Jadi, hendaknya sebagai kaum laki-laki dan wanita muslim, kita menutup aurat sesuai dengan yang disyari’atkan dalam agama Islam ini.
2. 2. Dengan hijab, kita akan lebih terkenali sebagai orang yang beragama islam
Zaman memang semakin lama semakin mengalami yang namanya kemajuan. Model-model perempuan yang berbusana tak karuan pun dipajang di majalah-majalah, poster-poster, pamflet-pamflet, dan media-media lain yang begitu banyak tersebar didunia nyata. Tidak sampai disitu, ternyata didunia maya lebih parah lagi. Dengan adanya model-model wanita non muslim itu, sebagian besar orang islam yang memiliki keimanan yang lemah akan merasa tergoda untuk mengikuti model-model tersebut. Akhirnya, timbulah sebuah rasa kecenderungan terhadap gaya-gaya orang-orang non muslim. Na’udzubillaah.
Teman-teman yang cantik dan ganteng hatinya. Baarokallaahu fiy kum
Terkadang seorang wanita enggan mengenakan hijab dengan alasan “Panas lah, nggak gaul lah, nggak model lah” dan banyak alasan yang lain-lain. Padahal saudaraku muslimah yang dimuliakan Allah baarokallaahu fiy kum, dengan hijab, kita akan dikenali sebagai seorang muslimah yang baik, yang kelak mudah-mudahan masuk kesyurganya Allah Subhanahu Wata’ala. Pada mau masuk surga to Mba? Nah, kalau mau masuk syurga, maka harus tau doong kunci syurganya. Nggeh to?
3. Dengan hijab, kita akan lebih terhindar dari yang namanya godaan dari orang lain, terutama laki-laki
Percaya atau tidak teman-temanku? Jikalau salah 1 penyebab terbesar terjadinya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan tindakan asusila lain salah satunya adalah karena seorang wanita itu tidak menjaga auratnya dari laki-laki yang bukan muhrim. Yah, seperti yang sering kita lihat dijalan-jalan itu mas, banyak perempuan-perempuan yang tidak memakai jilbab, memakai pakaian yang ketat dan tipis, sehingga membuat laki-laki tergoda terhadapnya. Nah lho, kalau sudah terjadi hal yang tidak diinginkan, wanita itu baru berkata, “kenapa dulu aku tidak berhijab, seandainya aku dulu berhijab, Insya Allah hal ini tidak akan terjadi”. Ealaah, nasi sudah menjadi bubur to yo mba mba.
Sahabat saya yang super akhlaqnya.
Terkadang, diri kita itu cenderung kepada hal yang mudah-mudah saja, dan cenderung menjauhi hal-hal yang membutuhkan suatu perjuangan dan pengorbanan. Leres nopo mboten? Pasti leres dooong. Tapi, ada kecualinya juga lho, yaitu bagi orang-orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah Subha
-nahu wata’ala.
Yang lebih sering lagi nih, kalau misalkan ada teman kita laki-laki dan perempuan yang memakai pakaian yang sesuai syari’at, pasti ada saja orang yang mengejeknya. Ada yang bilang, sok sucilah, sok sholeh lah, sok alim lah, dan sok sok lainnya yang bikin hati sedih... waduh waduh, kok yo saged ngoten lho.?
Padahal, apakah mungkin sebuah syurganya Allah diberikan kepada orang yang tidak jilbabpan? Apakah mungkin syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang tidak mau menutup aurat padahal dia mampu? Wah yo 100% tidak mungkin to mas? Kan syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang senantiasa menjaga dirinya, salah satunya dari cara dia berpakaian yang sesuai dengan tuntunan syari’at islam.
Teman-temanku yang mudah-mudahan dimuliakan Allah.
Kalau seandainya kita mau berfikir jauh nih, apa sih yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan ke liang lahat? Apakah gaun pengantin yang panjangnya 3 meter? Ataukah jas mewah berdasi yang digunakan orang nashrani? Ataukah pula
baju kebangsawanan? Tidak mba, pakaian yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan hanyalah beberapa helai kain putih, yang gunanya menutup badannya yang tersentuh tanah. Lalu, apa yang bisa kita banggakan dari pakaian yang kita pakai saat ini? Tidak ada, tidak ada yang bisa kita banggakan mas mba. Karena pakaian yang tampak itu hanya sekedar perhiasan, sedangkan pakaian yang sebenarnya adalah pakaian ketaqwaan. Betul betul betul?
Sahabatku yang mulia
Maka dari itu, marilah kita memperbaiki keadaan diri kita selagi ada waktu, sebelum rasa kecewa menghampiri kita. Pastikan diri kita senantiasa berada pada jalan yang lurus, memakai pakaian yang sesuai dengan syari’at agama Islam yang mulia ini. Janganlah sampai kita terlena dengan keindahan dunia yang melalaikan kita, yang malah membuat Allah murka dengan kita.. dan hendaknya kita bersabar dan ikhlas dalam menjalankan aturan-aturan yang ada, sehingga kita bisa mendapatkan kebaikan, yang kelak akan membawa kita ke syurganya Allah. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.
Sekian sajian singkat yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita, dan dapat menjadi motivasi bagi diri kita untuk memperbaiki akhlaq, perilaku, dan penampilan kita. Aamiin
Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuhu.
Salam FORDA!!!! (Ashidqi)
0 komentar:
Posting Komentar