Minggu, 01 November 2015

BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 013, "HORMATI ORANG TUA YUKSS"

 
 "HORMATI ORANG TUA YUKSS"
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokaatuhu

Alhamdulillah, washolaatu wassalamu’ala Rasulillah. Amma ba’du.
Bapak/Ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang mudah-mudahan di ridhoi Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalam kesempatan kali ini, FORDA MAN Godean akan memberikan kajian singkat yang berjudul “Hormati Orang Tua Yuks” yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin..

Teman-teman ku yang dirahmati Allah.
Orang tua adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang telah merawat dan mendidik kita dari kecil hingga kita dewasa, terutama Ibu. Ibu adalah sosok wanita yang tegar dan sabar dalam hal apapun. Dari mengandung, melahirkan, menimang dan mendidik kita. Nah teman-temanku, masih ingat nggak dulu kita waktu kecil siapa yang nyuapin kita? Siapa yang memperhatikan kita saat sakit? Pasti jawabannya orang tua kita terutama Ibu. Subhanallah sungguh mulia ya Ibu kita?

Teman-teman yang dirahmati Allah.
Pernah nggak sih kalian itu berkata “ah” atau sebagainya untuk membantah perintah orang tua kita?. Misalnya “Dek, beliin ibu gula diwarung ya” dan kita menjawab “ah” nanti aja ya buk kewarungnya, adek lagi nonton TV nanggung e filmnya lagi bagus”.adek lagi nonton TV nanggung e filmnya lagi bagus”. Kemudian si Ibu dengan sabar berkata “yasudah dek, biar ibu sendiri saja yang kewarung”. Nah teman-temanku, padahal kita dilarang membantah orangtua dengan perkataan “ah”. Seperti yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an QS. Al-Isra ayat 23 yang artinya: “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”.

Teman-temanku yang dirahmati Allah.
Kita sebagai anak yang sholeh dan sholehah (Aamiin), kita seharusnya berbakti dan patuh kepada kedua orang tua kita. Bagaimana sih cara kita berbakti kepada orang tua kita? Ada yang tahu tidak? Kalau sampai nggak tau sih sungguh terlalu, hehehe…. Begini nih caranya: tahu tidak? Kalau sampai nggak tau sih sungguh terlalu, hehehe…. Begini nih caranya:

1.      Hendaklah kita selalu tunduk dan patuh kepada kedua orangtua dalam segala hal yang baik-baik, tetapi kita boleh melakukan penolakan kepada orang tua kita, jika kita diperintahkan untuk keluar dari agama Islam, berbuat syirik, akan tetapi penolakannya harus secara halus agar kita tidak menyakiti keduanya. (Q.S. Luqman: 14-15)

2.      Jangan berkata kasar, berkata “ah” pun sudah dilarang apalagi sampai lebih dari itu seperti membentak, memaki atau bahkan sampai memukulnya. Aduh jangan sampai ya teman-teman..

3.      Pada saat kedua orangtua atau salah satunya mencapai usia lanjut kita harus berbuat baik kepadanya, sebagaimana orangtua merawat kita pada saat kita masih kecil (Q.S. Al-Isra ayat 240), tetapi jangan sampai kita hanya berbuat baik saja kepada kedua orangtua kita ketika usianya sudah lanjut, itu namanya anak yang tidak tahu balas budi…

4.      Selalu berusaha bersikap dan bertutur kata yang menyenangkan hati kedua orangtua dan menghindari hal-hal yang menyusahkan hati kedua orangtua.. seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang artinya : “keridhaan Allah dalam keridhaan kedua orangtua dan kemurkaan Allah dalam kemurkaan kedua orangtua”. Nah teman-temanku, jadi jangan pernah menyakiti hati kedua orangtua apalagi sampai orangtua kita murka, maka dipastikan Allah pun akan murka kepada kita.
kepada kedua orangtua kita ketika usianya sudah lanjut, itu namanya anak yang tidak tahu balas budi…

4.      Selalu berusaha bersikap dan bertutur kata yang menyenangkan hati kedua orangtua dan menghindari hal-hal yang menyusahkan hati kedua orangtua.. seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang artinya : “keridhaan Allah dalam keridhaan kedua orangtua dan kemurkaan Allah dalam kemurkaan kedua orangtua”. Nah teman-temanku, jadi jangan pernah menyakiti hati kedua orangtua apalagi sampai orangtua kita murka, maka dipastikan Allah pun akan murka kepada kita.

5.      Kita dilarang durhaka kepada kedua orangtua kita. Karena apa? Ada yang tau tidak? Aku kasih tahu ya… kita dilarang durhaka kepada kedua orangtua kita itu karena itu merupakan Dosa Besar. Hayyo emang kalian mau mendapat dosa besar? Tentu tidak kan.. maka dari itu jangan durhaka kepada kedua orangtua kita ya….
jangan durhaka kepada kedua orangtua kita ya….

6.      Senantiasa memanjatka doa selalu untuk kedua orangtua kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Pasti teman-teman tentu sudah tahukan doa untuk kedua orangtua kita, yang bilang nggak tahu berarti belum pernah mendoakan kedua orangtuanya. Anak macam apa kalian ini, masak nggak pernah mendoakan orangtuanya, is..is..is… tak patut dicontoh. Maka dari itu kita harus berbakti kepada kedua orangtua kita ya…

Dan harap diingat ya, jikalau Allah berfirman
"dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya Engkau tidak menyembah melainkan kepadanya semata-mata, dan hendaklah Engkau berbuat baik kepada ibu bapa. jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua Dalam jagaan dan peliharaanMu, maka janganlah Engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha", dan janganlah Engkau menengking menyergah mereka, tetapi Katakanlah kepada mereka perkataan Yang mulia (yang bersopan santun). (Q.S. Al-Isra : 23)

Teman-teman ku yang dirahmati Allah.
Demikian yang dapat saya sampaikan, bila ada kekurangan saya mohon maaf, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wata’ala. Wabillahi taufiq wal hidayah…
Wassalaamu’alaikum  Warahmatullah Wabarokaatuhu…

Salam FORDA ( Iqlima N.- X MIA 1)

BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 012, "JUJUR YUKSS"

 
 "JUJUR YUKSS"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Bapak/Ibu guru yang saya hormati, serta Teman-teman yang mudah-mudahan dirahmati oleh Allah.
Dalam kesempatan kali ini, FORDA MAN GODEAN akan memberikan kajian singkat, yang berjudul “Jujur Yuukks”, yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

Teman-temanku yang dirahmati Allah.
Tak terasa Ujian sekolah sudah di depan  mata. Tidak sedikit dari siswa-siswi yang mulai memfokuskan dirinya untuk serius dalam belajar. Ditambah ada juga  yang mengkonsumsi suplemen-suplemen tambahan, agar bisa lebih fokus. Yah, itulah rutinitas yang terjadi apabila ujian hendak berlangsung. Disisi lain, ada pula yang lebih giat beribadah kepada Allah, bangung dimalam hari untuk melaksanakan sholat Tahajjud dengan harapan agar Allah memudahkan ujiannya. Tapi, mudah-mudahan saja tidak ada yang menyiapkan contekan-contekan kecil dalam rangka menyambut ujian, apalagi mendatangi peramal atau dukun untuk meminta tips-tips ujian. Laa hawlaa walaa quwwata illaa billah.

Teman-temanku yang dirahmati Allah.

Apapun cara yang kita lakukan untuk menghadapi ujian agar bisa mendapat nilai yang terbaik, itu boleh-boleh saja. Dengan catatan, hal itu bukanlah perbuatan yang dilarang dalam agama. Betul begitu teman-teman?  Ditambah dengan keharusan untuk konsisten agar tetap berlaku jujur ketika ujian. Dan juga harus berlaku individualis ketika ujian sedang berlangsung. Maksudnya, tidak boleh membagi-bagikan jawaban kita ke orang lain apapun alasannya. Kalau ada yang bilang, “Lho, kan dia sahabat aku, jadi boleh dong aku kasih dia jawaban” . nah, justru karena dia adalah sahabat kamu, maka kamu jangan membuat dia menjadi malas berfikir. Soalnya, nanti kalau kita terus-terusan kasih dia jawaban dengan Cuma-Cuma, yang ada dia malah jadi malas berfikir. Betul betul betul ???? kalaupun ada yang bilang kita pelit, jangan khawatir, justru kita sudah berbuat baik agar dia bisa berkembang dalam berfikir. Sehingga, kita bukanlah malah membuat teman kita menjadi malas, malas, hingga sampai ke tingkat ketergantungan terhadap kita. Wah, bahaya tuh.....
Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum
Karena pembahasan kita tentang kejujuran, maka saya perjelas lagi ya tentang kejujuran itu.

Rasulullah –Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam- bersabda,
“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”)H.R. Bukhory dan Muslim)

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum

Seperti pada pembahasan awal dari edisi buletin FORDA MAN Godean, kami senantiasa mengingatkan kepada diri sendiri dan kepada teman-teman agar senantiasa brusaha berlaku jujur. Karena dengan
dengan jujur, seseorang itu akan bisa dipercayai dan mudah mendapat kepercayaan. Sehingga, tidak ada dusta diantara kita. Ehem ehem

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Tolong didengarkan yaa

Yang pasti, apabila kita berlaku jujur, Allah akan menolong kita. Walaupun kita akan mendapatkan nilai jelek, itu tidak masalah. Karena bisa jadi orang yang mendapat nilai bagus dengan jalan mencontek atau dengan cara yang dilarang, lalu setelah lulus, ia bisa mendapatkan pekerjaan yang tinggi, lalu tiba-tiba Allah membuatnya dipecat oleh atasannya. Kenapa kok bisa seperti itu? Karena tidak ada barokah pada pekerjaan yang dia lakukan, karena dia mendapatkan dengan cara yang haram. Adapun bagi orang yang jujur, meskipun dia mendapat nilai yang kurang memuaskan, lalu dia mendapatkan pekerjaan, bisa jadi dia diangkat menjadi manager dalam waktu dekat. bisa seperti itu??? tentu bisa!! Karena Allah memberikan keberkahan pada pekerjaan yang dia lakukan. Jadi kesimpulannya, dampak yang kita alami atas kejujuran atau kebohongan yang pernah kita lakukan saat ini, itu bisa saja dibalas dalam waktu dekat. Tapi, tidak menutup kemungkinan kita akan dibalas pada tahun-tahun yang akan datang, dikala kita sedang diatas kebahagiaan. Lalu tiba-tiba Allah mencabut kebahagiaan itu, agar kita merasakan sebagian adzab dikarenakan dosa yang pernah kita lakukan. Wal ‘iyadzubillah

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum
Jujur mungkin masih terasa sulit disebahagian kita. Yah mungkin disebabkan karena kurangnya iman, kurangnya kepercayaan, atau mungkin karena gengsi kalau mendapat nilai yang kurang bagus. Nah, lalu apa solusinya kalau sudah seperti itu?? Solusinya adalah, mari kita mulai memperbaiki diri dari sekarang. Mumpung masih ada kesempatan, sebelum malaikat maut datang menghadang. Karena saat ini, usia kita masih panjang –Insya Allah-, dan msih banyak kesempatan Untuk membuat perubahan. So pasti, kita semua mau kan berubah kearah yang lebih baik??? Mau atau tidak??? Sebagai pemuda muslim yang cerdas dan tangkas, tentunya kita mau doong berubah menjadi lebih baik. Maka dari itu, ayo kita bersungguh-sungguh untuk berlaku jujur kapanpun dan dimanapun kita berada. Ingatlah, seorang yang rendah derajatnya bisa terangkat dikarenakan kejujuran yang ada padanya. Ditambah pula dengan memperbaiki adab dan etika terhadap sesama, terutama kepada orang tua dan guru. Dengan demikian, kita semua akan mendapatkan kebaikan yang banyak. Aamiin aamiin aamiin.

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Wallaahul muwaafiq ilaa aqwaamiththariiq..

Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Rizqi Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 011, "JANGAN KAU TINGGALKAN KEKASIHMU"

 
 "JANGAN KAU TINGGALKAN KEKASIHMU"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Bapak/Ibu guru yang saya hormati, Teman-temanku yang tampan rupawan layaknya pangeran, serta yang cantik berseri layaknya bunga melati, yang mudah-mudahan dirahmati oleh Allah Yang Maha Tinggi.
Dalam kesempatan kali ini, FORDA MAN GODEAN akan memberikan kajian singkat, yang berjudul “Duhai Saudaraku, Jangan Kau Tinggalkan Kekasihmu”, yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

Teman-temanku yang dirahmati Allah.
Sungguh tak mungkin jikalau seseorang tega meninggalkan kekasihnya. Apalagi kekasihnya adalah ia yang bisa menyelamatkannyadisaat dalam kesusahan, kerisauan, kegelisahan, dan kehampaan.  Ditambah dengan perawakannya yang indah dipandang mata, serta sejuk mata memandang. Kulitnya putih bagai cahaya, bahasa santun namun bukan pantun, senyumnya bagai penghapus tinta yang suram. Siapakah ia wahai saudaraku? Dialah “Amal Sholihmu”. Ialah yang kelak kau jumpai di hari kuburmu, yang menemani hari-hari penantianmu, ialah kekasihmu. Sehingga kau berharap agar kiamat segera tiba dalam dunia ini.

Mari kita simak khabar Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam berikut dalam haditsnya yang panjang, ketika beliau Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam sedang menjelaskan kepada para Shahabatnya tentang kehidupan seorang hamba di alam kubur. Beliau bersabda, “... dan ruh itupun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian 2 Malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya, ‘Siapa Tuhanmu?’, diapun menjawab, ‘Tuhanku Allah’, keduanya bertanya lagi, ‘apa Agamamu?’, dia menjawab, ‘Agamaku Islam’, keudanya bertanya lagi, ‘Siapakah laki-laki yang diutus ditengah-tengah kalian?’, dia menjawab, ‘dia adalah Utusan Allah’, keduanya bertanya lagi, ‘apa ilmumu?’, dia menjawab ‘Aku membaca Al-Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya’. Lalu terdengarlah suara yang berasal dari langit, ‘karena kebenaran hamba-Ku, maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari Surga, pakaikanlah pakaian dari surga, dan bukakanlah baginya pintu menuju surga’. Lalu terciumlah aroma harum  serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi, (lalu) berkata, ‘bahagialah engkau dengan hari yang telah dijanjikan’. Maka hamba tadi berkata, ‘siapakah engkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’. Ia menjawab, ‘Aku adalah Amal Sholihmu’. Kemudian hamba itu berdo’a, ‘ Ya Allah, segerakanlah datangnya hari kiamat, sehingga aku
Bisa kembali kepada keluarga dan hartaku’. (H.R. Ahmad)

Adapun bagi orang-orang kafir, ia jga akan ditanyai denganpertanyaan yang sama. Namun, ia hanya bisa menjawab, “a.. a... aku tidak tau” sehingga Allah memerintahkan untuk diberikan hamparan dari neraka kepadanya, sehingga keluarlah angin yang panas, lalu disempitkan kuburannya, sehingga hacurlah tulang-tulangnya. Lalu datanglah laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang mengeluarkan aroma busuk dan berkata, “Bergembiralah kamu dengan hari yang buruk yang telah dijanjikan ini”. Lalu hamba tadi bertanya, “siapakah kamu ? wajah yang penuh dengan kejahatan”, orang tadi menjawab, “aku adalah amal burukmu”. Orang tadipun berdo’a, “Ya Allah, janganlah Engkau datangkan hari Kiamat” (H.R. Ahmad)

Teman-teman yang dirahmati Allah. Baarokallaahu fiykum
Dari hadits tadi kita semua tau, bahwasannya nanti di alam kubur, kita akan ditemani oleh seseorang. Yaitu, seseorang yang merupakan wujud dari amalan-amalan yang kita lakukan di dunia ini. Apabila kita hendak ditemani oleh amalan sholih, maka hendaknya kita bersemangat dalam berbuat kebaikan dan meminimalisir keburukan. Kita juga tau, bahwasannya banyak sekali cara atau jalan agar kita mendapatkan pahala. Namun, terkadang kita malah menjauh darinya serta malah lebih memilih dunia yang hampa ini.

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum

Demikian juga apabila kita di perintahkan untuk berbuat sesuatu oleh Allah dan RasulNya, lalu dijanjikan dengan balasan yang sangat berharga dibanding dunia ini,  kemudian kita mengabaikannya dan seakan menganggap remeh hal itu. Tapi, jikalau kita diperintahkan oleh sesama manusia, lalu dijanjikan dengan uang 100 ribu misalnya, kemudian kita begitu semangat dalam mengerjakannya, dengan harapan mendapatkan uang itu. Betul begitu teman-teman? Laa hawlaa walaa quwwata illa billah.

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum

Padahal kita seharusnya lebih mengutamakan balasan Allah dan RasulNya daripada balasan yang diberikan oleh manusia. Dan terkadang kita juga terlalaikan oleh balasan yang tampak daripada yang belum tampak. Sehingga kita cenderung lebih bersemangat untuk mengejar dunia daripada akhirat.

Teman-temankku yang dirahmati Allah. Baarokallaahu Fiy Kum

Maka dari itu, marilah kita semua mulai menyadarkan diri, bahwasannya kita ini adalah lemah tak berdaya, yang sering dibuat lalai oleh kesenangan dunia, sehingga lupa dengan urusan akhirat. Kita juga jarang sekali melihat kondisi hati, dengan kadar iman yang berubah tiada henti, karena maksiat yang melalaikan diri.
Maka dari itu, marilah kita berusaha untuk memperbanyak amal shalih semampu kita, sehingga kelak kita ditemani oleh sesosok yang indah dan harum, yang datang untuk memberikan kabar gembira dengan surga yang telah dijanjikan. Maka dari itu wahai saudaraku, jangan kau tinggalkan kekasihmu, yang berasal dari amal-amal sholih yang pernah kau lakukan

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 010, "7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLAH"

 
 "7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLAH"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin
Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN akan menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “7 Golongan Orang Yang Dinaungi Allah”. Dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda terkait 7 golongan orang yang akan diberikan naungan oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naunganNya:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ, وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ, وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ, وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ, وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ. رواه البخاري

 Artinya : “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata Aku takut kepada Allah, Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta Seorang yang berdzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.”
(Shohih Bukhari, Hadits no 620).


Bapak/Ibu dan teman-teman yang dirahmati Allah.
Disini saya akan memperjelas satu-persatu tentang 7 golongan diatas.

1. Pemimpin Yang Adil
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang berhukum ditengah-tengah manusia berdasakan kebenaran bukan semata-mata mengikuti hawanafsu semata. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat shad ayat 26, Allah berfirman:
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di

antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.(QS. Shaad:26)

antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS. Shaad:26)

2. Para Pemuda Yang Tumbuh Berkembang Dalam Beribadah Kepada Allah
Dizaman yang mana para pemuda mereka lalai dan tenggelam dalam fitnah dunia, namun ia tetap istiqomah berpegang terhadap agamanya, tekun dan taat beribadah menghamba kepada Robbnya. Pantaslah kalau ia mendapatkan janji Allah yang sangat agung, dikarenakan susahnya menerapkan dan mengamalkan hal tersebut apalagi dizaman yang pergaulan kian hari kian runyam dan ditambah lagi dengan gejolak darah muda yang gampang tersulut oleh dahsyatnya seruan-seruan syahwat. Na’udzubillah

3. Orang Yang Hatinya Selalu Terkait Kepada Masjid
Yaitu mereka yang hatinya selalu terikat dengan masjid. Apabila tiba waktunya sholat, mereka bersegera datang ke masjid untuk melaksanakan perintah Allah. Dan ketika ia keluar dari masjid, hatinya seakan merasa ada hal yang kurang, karena telah keluar dari masjid yang dia cintai.

4. Dua Insan Yang Saling Mencintai Karena Allah, Bertemu Dan Berpisah KarenaNya
   Yakni, 2 orang yang saling mencintai dikarenakan keutamaan yang ada pada diri-diri mereka. Sehingga, tidaklah mereka bersatu melainkan karena ikatan cinta yang Allah tanamkan dihati mereka.
Dalam sebuah hadits, Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah bersabda:
“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling menyayangi antara satu sama lain. Mahukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling menyayangi antara satu sama lain? Sebarkanlah salam sebanyak-banyaknya diantara kalian” . (HR. Muslim)

5. Seorang Lelaki Yang Di Ajak Berzina Oleh Wanita Yang Kaya Dan Cantik Tapi Ia Menolaknya Seraya Berkata “Aku Takut Kepada Allah”
     Masih ingatkah kita tentang kisah Nabi Yusuf, tatkala beliau digoda dan diajak berzina oleh wanita yang amat cantik dan kaya? Nabi Yusuf menolak untuk melakukannya karena ia takut kepada Allah. Sebagaimana dikisahkan dan diabadikan kisahnya dalam al-qur’an surat yusuf ayat:23,

Allah berfirman:
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

6. Seseorang Yang Bersedekah Dengan Menyembunyikannya Hingga Tangan Kirinya Tidak Mengetahui Apa Yang Diinfaqkan Oleh Tangan Kanannya. Maksudnya adalah, ketika mereka bersedekah, mereka berusaha agar orang lain tidak mengetahuinya, sehingga hanya dirinyalah dan Allah yang mengetahuinya.

7. Seorang yang berdzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.
Yaitu mereka yang berdzikir kepada Allah, menyendiri di dalam kesunyian, kemudian ia menitikan air matanya dikarenakan mengingat Allah –Subhanahu Wata’ala-
Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 009, "BERPAKAIAN TAPI HAKEKATNYA TAK BERPAKAIAN"

 
 "BERPAKAIAN TAPI HAKEKATNYA TAK BERPAKAIAN"

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin

Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “Berpakaian Tapi Hakekatnya Tak Berpakaian”. Yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. Barokallaahu fiy kum
Pernahkah kita mendengar sebuah hadits shahih tentang 2 kelompok penghuni neraka yang belum pernah dilihat oleh Rasulullah sebelumnya? Sudah apa belum hayoo? Okedeh, saya bacakan ya, tapi jangan ada yang ngobrol sendiri lho, supaya teman-teman mendapatkan kebaikan. Aamiin
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Hadits diatas adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam kitab Shahihnya. Sehingga, derajat hadits itu adalah “Shahih” yang wajib kita yakini keabsahannya.

Teman-teman yang dirahmati Allah. Baarokallaahu fiy kum

Seorang ‘Ulama, yakni Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun
 ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.”(Jilbab Al Mar’ah Muslimah, halaman 125-126).

Sebelum masuk ke pembahasan inti, mari kita bernostalgia terlebih dahulu.Dulu, pada zaman Nabi Muhammad –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- kaum wanita begitu antusias dalam menutupi dirinya dengan hijab yang syar’i ketika keluar rumah. Mereka begitu memperhatikan hijabnya, sampai-sampai salah seorang diantara mereka bertanya kepada Rasul dalam sebuah hadits yang membahas masalah isbal. Wanita itu berkata kepada


Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila batas pakaian bagi wanita itu juga sama diatas mata kaki, berarti nanti kaki-kaki kami akan terlihat”. Maka Rasulullah –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- menjawab, “tambahkan sehasata, dan jangan lebih dari itu”.
(Hadits Shahih)

Tuh kan mba, para wanita pada zaman Rasul aja khawatir apabila aurat mereka tersingkap atau terlihat oleh orang lain, masa kita tidak? Dan 1 pertanyaan lagi, kenapa ya di zaman ini banyaaaaakkk sekali wanita yang sukanya memamerkan auratnya? Teman-teman Ada yg tau tidak? Okedeh, saya kasih tau saja ya? Di zaman ini banyak sekali wanita yang suka memamerkan auratnya serta memamerkan bentuk tubuhnya disebabkan karena hilangnya rasa “Malu” pada diri-diri mereka. Rasa Apa yang hilang? Rasa malu. Bahkan tidak
Tanggung-tanggung, mereka justru malah merasa bangga karena telah menunjukan kepada orang lain bahwa dirinya memiliki kulit yang putih misalkan, atau tubuh yang begitulah, pasti teman-teman faham. Yang seakan-akan lebih baik dari orang lain.

Haduh-haduh, serasa kulit terbungkus daging. Yang seharusnya di dalam, tapi malah diluar. Yang seharusnya memiliki rasa malu, tapi malah bangga. Laa hawlaa walaa quwwata illa billah.

Padahal nihh yee teman-teman, Malu merupakan suatu perkara yang tidak bisa dianggap remeh oleh kita. Ingatlah, bahwasannya malu adalah sebagian dari iman. Sebagaimana dalam sabdanya, “Malu itu sebagian dari iman” (Muttafaqun ‘Alayh). Sehingga, apabila kita masih memiliki rasa malu, hendaknya kita jaga baik-baik, agar rasa malu itu tidak dicabut oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Karena apabila rasa malu itu dicabut dari diri kita, niscaya kita akan lebih mudah dalam berbuat maksiat. Na’udzubillaah
Maka dari itu duhai kaum Adam dan Hawa. Baarokallaahu fiy kum

Marilah kita mulai berbenah diri, terkhusus dalam adab berpakaian. Janganlah alasan nge-tren atau fashion kita utamakan dibanding dengan syari’at yang telah datang terlebih dahulu. Mudah-mudahan, Allah melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran dan hidayah. aamiin

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Rizqi Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 008, "COBA DEH, GAK RUGI KOK"

 
"COBA DEH, GAK RUGI KOK"

Bismillaahirohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum Warohmatullaaah Wabarokatuhu

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala  yang telah memberi keni’matan dan kesehatan bagi kita.
Sholawat dan salam tak lupa kami haturkan kepada baginda Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, shahabat, dan para pengikutnya. Aamiin

Teman-teman, Mau ada yang jadi “Bidadari Surga” tidak ? Hmm... syaratya mudah aja kok, ikuti petunjuk dari artikel ini. Selamat mendenarkan yaa..

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang lebih menyedihkan adalah ada sebagian kalangan yang masih ragu terhadap pensyariatan Islam tentang pakaian Muslimah ini.

Di samping itu, masih banyak juga yang memahami secara rancu tentang kerudung dan jilbab. Tidak sedikit yang menganggap bahwa jilbab sama dengan kerudung, begitu pula sebaliknya. Padahal, jilbab dan kerudung adalah dua perkara yang memiliki arti berbeda.

Menutup aurat ketika keluar rumah merupakan kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, laki-laki maupun perempuan. Untuk kaum Muslimah, Allah Subhanahu Wata’ala. telah mengatur ihwal menutup aurat ini al-Quran surat an-Nur ayat 31. Jangan lupa dibaca yaa.

Alloh Subhanahu Wata’alajuga telah menganjurkan kita untuk para perempuan agar memanjangkan kerudungnya agar menutupi badan,,
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat

59 :
يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّقُلْلأزْوَاجِكَوَبَنَاتِكَوَنِسَاءِالْمُؤْمِنِينَيُدْنِينَعَلَيْهِنَّمِنْجَلابِيبِهِنَّذَلِكَأَدْنَىأَنْيُعْرَفْنَفَلايُؤْذَيْنَوَكَانَاللَّهُغَفُورًارَحِيمًا (٥٩)

Artinya
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab : 59)

Banyak orang yang bilang “ah.. pakai jilbab yang panjang panas .. ribet  susah kaya orang orang jaman dulu,, sekarang kan jaman modern.. ngapain juga masih kaya gitu,, gak level kelezz,,,”


Banyak cewek zaman sekarang banyak  banyak alasan yang gak mau  pakai jilbab :
1.    Gak mau pakai jilbab ah.. kuno..
Kuno?? Perassaan di zaman yang lebih kuno kaya zaman dinosaurus kagak ada yang pake kerudung deh..
2.    Nanti kalo pake kerudung gak ada yang suka sama aku deh.. 
Kata siapa neng... gak lah.. kan banyak cowo  zaman sekarang yang cari wanita yang sholihah, gak  cuma cantik di luar tapi cantik di dalam juga insyaAlloh..
3.    Kerudung dan jilbab membuatku gak bebas
Masa? Aku kok merasa bebas ya,..!!  bebas dari pandangan orang yang gak bener, bebas dari dosa, menjalankan salah satu perintah Alloh Subhanahu Wata’ala, dan bebas dari jajahan bangsa barat yang berniat menjatuhkan rasa malu para pemudi.

1.    Tapi kerudung kan gak gaul
Mau gaul atau mau nurutin perintah Allah sih???
Silahkan pilih sendri ya..   
2.    Tapi.. itu kan gak wajib..?
Gak wajib gimana .. buktinya ada kok . tengok dech Surat An-Nur ayat :31Sama Surat Al-Ahzab ayat :59
3.    Huft ,, kenapa sih agama dilihat dari kerudung doang?? he? Kata siape ? belum pernah denger po tentang rukun islam dan rukun iman
4.    Yahh.. emang belom dapet hidayah dan pencerahan kalii aku ya??,,
Emangnya hidayah itu dateng gitu ajah . dia mesti menjemput , emang nya apa aja yang kamu lakuin buat menjemput hidayah?Nah gitu temen temen yang cwantik cwantik,, semoga bermanfaat yach..

Jangan lupa tutup lah aurot mu sebelum kain kaffan yang menutupinya.. pocong aja nutup aurat, masa teman-teman tidak?Wkwkwk..

Sekian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu.


BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 007, "UNTUKMU WAHAI PEMUDA"


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4771269437194254862#editor/target=post;postID=1553194372878761646
 "UNTUKMU WAHAI PEMUDA"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin

Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “Untukmu Wahai Pemuda”. Yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin
Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. jika saya bertanya, kira-kira siapakah kalangan manusia yang memiliki tenaga yang paling besar, kakek-kakek atau para pemuda? Ayo siapa? Saya rasa, teman-teman akan menjawab para pemuda. Betul? Ya harus betul dong. Masa kakek-kakek dibilang lebih kuat tenaganya dibanding dengan pemuda.

Nah, dibalik tenaga pemuda yang lebih besar daripada orang-orang tua, pada umumnya kaum muda juga cenderung lebih memiliki keinginan dan semangat yang tidak sedikit. Namun yang menjadi masalah adalah, bagaimana kalau semangat yang sedang membara itu disalah gunakan oleh sebagian pemuda yang tak bertanggung jawab? Seperti; suka mencari gara-gara, tawuran, aksi vandalisme, dan masih banyak lagi. Laa hawlaa walaa quwwata illa billah. Padahal nih ya teman-teman, kalau seandainya seluruh pemuda itu bersatu, menjunjung tinggi norma-norma yang ada, maka Insya Allah keadaan negeri kita akan lebih tenang tentram.

Begitu pula dengan siswa/siswi Madrasah ‘Aliyah Negri Godean, apabila semuanya bersatu diatas kebaikan, tidak ada perselisihan , dan senantiasa berbuat yang ma’ruf, niscaya sekolah kita ini akan menjadi sekolah yang “wow”. Karena apa? Karena kuantitas bukanlah jaminan akan baiknya sesuatu, namun kwalitaslah yang menjamin baik atau tidaknya sesuatu.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum

Lalu, apa sih solusi terbaik agar bisa mencapai tingkat kebaikan? Caranya mudah,. Ada yang tau? Ya, caranya adalah dengan belajar. Dengan apa? Dengan belajar. Insya Allah, apabila kita rajin belajar, maka keadaan kita akan semakin membaik. Aamiin. Namun, janganlah lupa untuk mempelajari ilmu agama juga, justru ilmu agamalah

yang seharusnya kita utamakan daripada ilmu-ilmu yang lain. Sebab, ilmu agama itu bisa memperbaiki keadaan seorang manusia, baik yang tampak maupun yang tidak. Dengan itu pula, seseorang bisa selamat di dunia dan di akhirat.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum
Masih ingatkah kita tentang kisah 7 orang pemuda yang berlindung kedalam goa dikarenakan menghindar dari raja yang memerintahkan agar menyembah selain Allah? Siapakah 7 pemuda itu? Tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah “Ashabul Kahfi”, yang telah Allah abadikan di dalam Al-Qur’an bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah dan diberikan kepadanya petunjuk. Lalu Allah selamatkan mereka dengan membuat mereka tertidur didalam goa selama berapa tahun mas? Iya, selama 309 tahun. Kok saged yoo? Wah nggih saged. Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nah, teman-teman mau masuk surga atau neraka? Kalau mau masuk surga, ya pasti kita harus melakukan pengorbanan kan?  Dan pengorbanan itu tidak mudah lho. Ingat kaidah jual beli, bahwasannya ada harga, maka ada kwalitas. Begitu pula dengan surga. Kalau kita mau dapet surga, maka ya jangan seenaknya sendiri dong. Masa orang yang enggak pernah sholat, enggak pernah puasa, enggak pernah berbuat baik,  terus mau ngarepin surga? Helloww, ngimpi kali yee. Hhe
Singkat cerita, Nabi kita Muhammad –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- pernah berkisah dihadapan para shahabatnya, bahwasannya ada seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan tangannya kelangit (seraya berdo’a), ‘Ya Rabb Ya Rabb’. Sedangkan makanannya haram, Minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin do’anya dapat terkabulkan?”. Hadits shahih, Diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum

Kira-kira apa sih makna hadits diatas? Ada yang tahu tidak? Baiklah, saya jelaskan saja ya. Secara umum makna hadits itu adalah, penggambaran yang diberikan oleh Rasulullah –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- bahwasannya apabila kita inginmendapatkan suatu kebaikan, maka kita juga harus mengimbangi dengan kebaikan pula. Maksudnya, jangan sampai kita berharap dapat nilai 10, tapi tidak pernah belajar sama sekali, terus kalau guru lagi menerangkan, kita sibuk sendiri. Ngorollah, ribut sendirilah, atau mungkin terjun kedunia mimpi.

Teman-temanku yang dirahmati Allah, Baarokallaahu fiy kum
Kesimpulannya adalah, marilah kita berusaha menempatkan jati diri kita sebagaimana mestinya. Artinya, jangan disalah gunakan dalam berbuat hal-hal yang tidak pantas, sehingga menjadi sia-sialah kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Dan mudah-mudahan, dengan izin Allah, pencerahan yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat dan membekas dihati-hati kita, sehingga kita bisa mencoba untuk menghapus noda-noda dalam hati kita semuanya. Allaahummaa aamiin

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Rizqi Ashidqi –XII Agama-)



Jumat, 29 Mei 2015

BULETIN FORDA EDISI 006 : "KIAT SUKSES MENEMPUH UJIAN"

 

KIAT SUKSES MENEMPUH UJIAN
Bismillaahirrohmaanirrohiim

   Assalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
   Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah. Amma ba’du

   Kembali bertemu dengan buletin FORDA MAN Godean yang masih tetap eksis di kalangan pelajar muslim dan muslimah serta guru-guru dan karyawan di MAN Godean. Alhamdulillah, dalam kesempatan yang berbahagia ini, dalam naungan kasih nan tak tertandingi, tim FORDA MAN Godean akan menyajikan suatu ulasan singkat yang berjudul “Kiat Sukses Menempuh Ujian”. Mudah-mudahan, dengan ulasan yang disampaikan oleh saya dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menghadapi ujian yang akan kita hadapi sebentar lagi. Aamiin

   Kalau misalnya teman-teman ditanya, apakah teman-teman mau mendapatkan nilai yang bagus-bagus? Mau atau tidak? Saya kira, setiap orang pasti ingin mendapatkan nilai yang baik, kecuali kalau orang tersebut adalah orang yang butuh di cek alam sadarnya. Hhe
   Nah, maka dari itu saya akan berbagi beberapa tips mengenai kiat sukses dalam menempuh ujian agar dapat mendapat nilai yang maksimal. Tapi jangan lupa ya, kalau saya juga manusia, jadi terkadang, eh, bahkan sering tertimpa musibah rasa malas.. yup, dengan kata lain, malas itu adalah salah satu musuh terbesar bagi manusia. Maka Nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam mengajarkan do’a agar terhindar dari sifat malas.

   Teman-temanku yang dirahmati Allah Baarokallaahu fiy kum

Ada beberapa tips agar kita bisa menempuh ujian dengan baik, yaitu :

1.    Berdo’a
Yup, berdo’a merupakan suatu santapan sehari-hari bagi kita semua. Dimanapun kita berada, pasti kita berdo’a. Baik mau makan, minum, duduk, dan masih banyak lagi. Begitu pula dengan belajar. Apabila kita berdo’a, niscaya ilmu itu akan bermanfaat bagi kita dan tidak mudah terlupakan. Dengan demikian, ilmu itu akan lebih lama mendiami difikiran kita. Begitu pula ketika hendak melaksanakan ujian sekolah, kita hendaknya juga berdo’a memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mengerjakannya. Tapi jangan lupa, kalau do’a itu juga harus disertai dengan usaha. Sehingga kalau hanya do’a saja tanpa usaha, ibarat bermain layangan ketika tidak ada angin. Coba bayangkan, apakah bisa? Secara logis tentu tidak bisa. Maka dari itu, janganlah sampai kita pisahkan usaha dengan do’a, atau do’a dengan usaha saja.

2.    Belajar
 Nah, belajar juga adalah hal yang sangat penting. Dengan belajar, kita  dapat menambah pengetahuan kita. Dengan pengetahuan itulah, kita mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang, tekhusus ujian. Jadi, kita belum pernah menemukan orang yang tidak pernah belajar tiba-tiba mendapakan peringkat 1. Apakah pernah? sepertinya tidak deh. Maka dari itu, kalau mau menjadi siswa yang pandai, jangan lupa untuk belajar. Setuju?

3. Jujur
Memang pada setiap keadaan, kita dituntut untuk selalu berlaku jujur. Kapanpun dan Dimanapun kita berada. Juga pada ujian dan ulangan lho. Kan biasanya tuh, kalau ujian sedang berlangsung, ada saja yang berlaku curang. Benar atau tidak?  Ada yang buka hp lah buat browsing, ada yang bawa kertas kecil lah, ada yang nulis di meja tempat kita duduk, ada yang nulis ditangan dan kaki, bahkan ada yang meletakan buku di kamar mandi atau disuatu tempat. Jadi, ketika ia hendak mencari jawabannya, ia beralasan kepada pengawas ujian hendak ke kamar kecil, padahal ia mau nyari jawabannya. Nah lho, siapa itu yang pernah melakukannya? Sebaiknya jangan diulangi lagi ya teman-teman.

   Memang, nilai yang bagus adalah harapan kita semuanya. Tapi, apakah segala cara kita lakukan agar kita mendapatkan nilai yang bagus? Jawabannya tentu tidak. Kalau kata sebagian besar guru  sih, nilai yang jelek itu lebih baik apabila dikerjakan dengan jujur, daripada nilai yang bagus tapi
hasil dari mencontek dan tidak jujur. Betul betul betul? Eitssss,, tapi bukan berarti kita berpasrah diri mendapatkan nilai yang jelek dengan alasan jujur tanpa belajar lho. Karena ada juga yang bilang, “katanya nilainya jelek ndak apa-apa kalau jujur”. Ya memang betul sih, tapi ya kita harus tetap belajar. Ingat, belajar!. Begitu nggih mas? Mba?

4. Bersungguh-sungguh
   Dalam istilah lain, disebut dengan ikhtiar, yaitu berusaha sebisa mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, kita tidak boleh loyo atau lemas ketika mengerjakan soal. Tapi, kita harus berusaha semampu kita. Yah, walaupun pasti ada saja soal-soal yang terkadang  tidak kita mengerti, sehingga kita ragu-ragu menjawabnya. Menurut sebagian pendapat, kalau kita menjumpai soal-soal yang sulit, hendaknya kita mencari soal lain yang lebih mudah dahulu, agar fikiran kita tidak terkuras dan tidak membuang waktu yang tersedia.

5. Bertawakal
   Didalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan kepada kita semua, jikalau apabila kita telah membulatkan tekad, maka hendaknya kita bertawakal kepada Allah. Dalam hal ini, ujian pun demikian. Apabila kita telah yakin dengan jawaban yang kita pilih, maka hendaknya kita bertawakal kepada Allah. Sebab, apabila kita bertawakal kepada Allah, niscaya kita akan diberi kemudahan olehNya. Boleh percaya atau tidak, jikalau pernah ada kisah pada seorang siswa yang akan menghadapi ujian. Ia memang sudah belajar dengan cukup rajin, juga tidak lupa berdoa. Tapi, ketika ujian berlangsung, materi yang ia pelajari yang keluar pada soal hanya sedikit, sehingga membuat ia ragu-ragu dan pesimis pada awalnya. Namun, ketika ia sadar, maka ia pun menyerahkan kepada Allah apapun hasilnya. Dan subhanaAllaah, tanpa diduga ia mendapatkan nilai tertinggi diantara teman-temannya. subhanaAllah. Kok bisa begitu ya? Yah, Allaahu a’lam deh kok bisa seperti itu. Yang pasti, perlu teman-teman ingat, bahwasannya Allah Subhanahu Wata’ala menilai keadaan diri seorang hamba melalui usaha-usahanya, dan tidak hanya pada hasil akhirnya sahaja. Kalau yang dinilai hanya hasil akhirnya saja, maka orang yang bersedekah dengan harta korupsi atau mencuri juga akan dikatakan baik. Karena yang dinilai hanya akhirnya saja, yaitu bersedekah tanpa melihat dari mana asal-muasal harta yang ia gunakan
untuk bersedekah.

   Teman-temanku yang saya cintai

hendaknya jangan kita lupa,Kalau apa yang kita lakukan hari ini, akan memberikan dampak pada diri kita kedepannya. Ntah sehari, dua hari, atau bahkan bertahun-tahun yang akan datang. Memang betul orang yang berlaku curang kelak akan mendapat nilai baik, dan mungkin juga akan menjadi seseorang yang berpangkat tinggi. Tapi, yang perlu kita ketahui adalah, apakah pada nilai yang bagus dan jabatan yang tinggi itu mengandung barokah? Apa jawabannya? Mengandung barokah atau tidak? Tentu tidak. Karena berkah Allah, tidak akan turun kepada orang yang berbuat maksiat pada apa yang ia lakukan.

  Maka teman-temanku baarokallaahu fiy kum

     Perjuangan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua. Dengan perjuangan, kita kelak akan melihat hasil dari apa yang telah kita perjuangkan. Apakah menjadi ulama’, guru, polisi, profesor, dosen, atau lain sebagainya, tentu terkait dengan usaha yang kita lakukan saat ini. Ada pepatah mengatakan, berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Memang kalimat itu bisa kita jadikan teladan bagi kita. Apalagi firman Allah yang berbunyi, “Fa inna ma’al usri yusra. Inna ma’al usri yusra”. Yang artinya, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Q.S. Al-Insyirah).

   Maka dari itu, marilah kita bersama menanamkan kedalam diri-diri kita rasa semangat untuk menggapai suatu kebaikan, dan senantiasa berdo’a memohon kepada Allah kemudahan dalam segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Sehingga, apa yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar, baik, dan penuh dengan keberkahan. Aamiin

   Demikian yang dapat tim FORDA sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
 Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu (Rizqi Ashidqi)

Rabu, 20 Mei 2015

BULLETIN FORDA EDISI 005 : “La Tahzan,Ada Allah Kok”




بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم          

Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu..
Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.

                Hai teman-teman yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal’afiat semuanya ya.. Aamiin.

Saudaraku Alhamdulillah :) pagi yang indah, dingin menyejukkan qolbu, cerah menyinari wajah yang penuh kebahagiaan, semangat yang senantiasa terpelihara, meski raga begitu lelah menerjang gelombang kehidupan , Ya Allah.. ketika kaki-kaki ini mulai  letih melangkah, kuatkanlah kami, beri kami deru semangat yang menyegarkan untuk menapaki jalan panjang ini,,ringankanlah langkah kami untuk senantiasa mendekat dan tunduk kepadaMu..

                Dalam kesempatan yang berbahagia ini, FORDA MAN Godean akan memberikan sajian bacaan singkat berjudul “La Tahzan,Ada Allah Kok” yang semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semuanya.. Aamiin selamat membaca ya teman-teman.

                Teman-teman, dalam kehidupan yang sekarang kita jalani ini pasti kita tidak pernah lepas dari yang namanya “kesedihan”. Ya, kesedian memanglah hal yang akan selalu ada dalam hidup kita. Selama kita masih bisa merasakan kebahagiaan disitulah pasti juga akan ada kesedihan, karena kesedihan takkan pernah ada bila kebahagiaan itu tidak ada. Jadi, Kesedihan dan Kebahagiaan akan selalu menjadi dua hal yang menemani dalam hidup kita, dimana ada kebahagiaan pasti juga tersimpan kesedihan didalamnya begitu pula sebaliknya.

                Teman-teman yang semoga selalu dirahmati Allah, entah disadari atau tidak terkadang kita selalu merasa bahwa saat kita ditimpa sebuah masalah, yang mungkin masalah tersebut menyebabkan diri kita kecewa, sedih, marah atau bahkan jengkel kita selalu menganggap bahwa itu semua serasa berat sekali kita hadapi entah berkaitan dengan masalah keluarga, masalah disekolah, pertemanan atau bahkan mungkin tentang hal yang namanya Cinta. Terkadang tanpa sadar mungkin diantara kita pernah ada yang melontarkan kata seperti ini “Ya Allah, kenapa harus aku yang mengalaminya, kenapa bukan orang lain, kenapa? Allah tidak adil dengan ku” Astaghfirullah, ya itulah kata-kata yang terkadang tanpa sadar menghiasi bibir kita saat kita sedang ditimpa sebuah masalah. Padahal dibalik itu semua Allah pasti memiliki rencana yang indah untuk kita yang senantiasa bersabar dan percaya bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

            Teman-teman, jangan pernah melupakan pemberian dari Allah baik itu anugerah maupun cobaan karena akan selalu ada makna di setiap peristiwa. Sesuai dengan Firman Allah dalam Al Qur’an surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

            Teman-teman, terkadang tak jarang kesedihan yang ditimbulkan oleh berbagai masalah yang sedang kita hadapi membuat diri kita menjadi menyerah dan bahkan putus asa. Padahal Allah juga telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya:

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

            Nah, coba teman-teman renungkan apabila kita hendak ingin mencapai sebuah tujuan pasti akan ada rintangan yang siap menghadang kita, dimana itulah yang harus kita hadapi. Butuh prinsip dan komitmen dalam diri sendiri untuk membentengi diri kita pribadi agar tidak lengah saat ditengah perjalan yang sedang hendak kita capai tersebut.

            Berbagai hambatan akan datang saat kita sedang merasa terjatuh dan mungkin mengalami kesedihan, namun kita harus bisa bangkit dari kesedihan tersebut dan berusaha memperbaiki keadaan agar jauh lebih baik lagi dan menghapus kesedihan yang kita alami karena larut dalam sebuah kesedihan tidak akan membuat kita bangkit namun justru sebaliknya.

            Teman-teman, tahukah kalian bahwa disadari atau tidak pasti akan ada  waktu saat hati kita menjadi sedih dan gelisah. Saat hal tersebut datang jangan biarkan hati kita larut didalamnya dan mencuri hidup kita tetapi bangkitlah, sibuklah dan bergaulah dengan orang yang bermanfaat dan perbanyaklah berzikir kepada Alla Ta’ala.

            Teman-teman, salah satu contoh yang terkadang membuat kita sedih adalah ketika kita merasa dibenci atau tidak disukai oleh orang lain, tetapi bukan berarti karena hal itu kemudian membuat kita menjadi merasa sedih dan seolah-olah menjadi salah satu hambatan yang merisaukan bagi kita, padahal teman-teman semua pasti tahu kan bahwa Tidak mungkin semua orang akan menyukai kita, walau kita telah berbuat baik semaksimal yang kita bisa sekalipun. Tidak perlu merasa aneh, sedih bahkan kecewa, tetapi terus saja berbuat yang paling baik terhadap mereka sebab itulah yang akan kembali kepada kita. Dan yang paling utama berusaha tersenyumlah dikala sedih dan tetap memafkan dikala kita sedang merasa dikecewakan.

            Saudaraku, kita sebagai hamba Allah pasti ada saatnya diberikan rasa bahagia dan rasa sedih. Memang ada saatnya kita merenungkan kesedihan yang sedang kita alami, namun harus diingat bahwa jangan sampai kita berlarut-larut dalam kesedihan tersebut. Bangkit dan bangkit adalah solusi yang harus kita lakukan agar kita tidak terus-menerus tenggelam dalam sebuah kesedihan. Memanglah bangkit dari sebuah keterpurukan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun dengan niat dan tindakan untuk tujuan yang benar serta sikap yang optimis InsyaAllah akan membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap masalah yang menimpa dan menjalani kehidupan yang kita jalani saat ini.
Akan ada pelangi disetiap hujan, senyuman untuk setiap tangisan, Rahmat untuk setiap cobaan dan kekuatan untuk setiap dugaan. Jadi tetap semangat kawan, jangan pernah berhenti berharap karena Allah lebih tahu saat yang tepat untuk mengabulkan permintaan kita dan jangan bersedih lagi karena Allah senantiasa selalu ada untuk kita. La Tahzan, Ada Allah Kok ^_^ .. Sekian…
Mudah-mudahan, sajian singkat ini dapat bermanfaat dan menjadi sedikit motivasi bagi kita semua, terutama bagi Penulis sendiri dan pembaca yang setia. Aamiin..
Wassalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu.
Salam FORDA!! (Amanah Ismi)

Jumat, 08 Mei 2015

BULLETIN FORDA EDISI 004 : "ADAB TERHADAP MAKANAN"

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu
Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah. Amma ba’du..  teman-teman yang dirahmati Allah,
   Alhamdulillah. Mudah-mudahan kita semua senantiasa diberi kesehatan oleh Allah, diberi kemudahan dalam urusan-urusan kita, dimudahkan karunia rezeki bagi kita, dan dimudahkan pula dalam menuntut ilmu agama. Allaahummaa aamiin

   Dalam kesempatan yang mulia ini, Buletin FORDA MAN Godean akan memberikan sajian singkat yang berjudul “Adab Terhadap Makanan”. Mungkin teman-teman ada yang bertanya, “makanan kan benda mati, dia tidak bisa mendengar, dia juga tidak punyahati, kok kita harus memiliki adab terhadap makanan?”. Teman-temanku yang dirahmati Allah... Makanan memanglah tidak dapat mendengar, tidak dapat berbicara, tidak dapat pula untuk marah. Namun, yang perlu kita sadari adalah, makanan itu memiliki khasiat yang berharga bagi diri kita. Dan ternyata, sebuah makanan juga dapat menjadi penghantar seorang manusia untuk beribadah kepada Allah, ketika makanan itu mengandung berkah. Akan tetapi, ketika makanan itu hilang keberkahannya, maka makanan itu hanya sekedar menjadi pengganjal lapar sahaja.

Teman-teman yang dimuliakan Allah Baarokallaahu Fiy kum.

   Ada beberapa adab terhadap makanan yang seharusnya kita mengetahuinya. Yaitu :

1.    Membaca “Basmalah” di akhir makan dan “Hamdalah” di akhir makan
   Kita mungkin pernah melihat teman kita, atau siapa saja, ketika ada sebuah makanan atau minuman dihadapannya, ia langsung melahapnya tanpa membaca basmalah terlebih dahulu. Pernah lihat belum yang seperti itu? Padahal, Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam bersabda yang artinya : “Apabila salah seorang diantara kalian makan, hendaklah ia memuji Allah Ta’ala. jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan, ‘Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi, Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani -Rahimahullah-)
Memang kebanyakan kita terkadang lalai dari hal ini. Bahkan ada pula yang menganggap sepele kalimat basmalah tadi. Duuh, tak betul ituuu.

   Perlu teman-teman ketahui ya. Apabila seseorang makan tanpa menyebut nama Allah, maka makanan itu ternyata dapat dimakan oleh setan.artinya, ia makan ditemani oleh setan. Akan tetapi, apabila ia mengucapkan basmalah sebelum makan, maka setan tidak dapat memakan makannya itu. Sebagaimana dalam hadits shohih, Rasulullah bersabda :

قَاَلَ إِبْلِيْسُ : كُلُّ خَلْقَكَ بَيَّنْتَ رِزْقَهُ, فَفِيْمَ رِزْقِيْ؟ قَالَ : فِيْما لَمْ يُذْكَرْ اسْمِيْ عَلَيْهِ

Iblis berkata kepada Allah: "Setiap makhluk-Mu telah Engkau terangkan rizkinya. Mana rizkiku?" Kemudian Dia menjawab: "Pada makanan yang tidak disebut nama-Ku padanya". [Lihat ash-Shahîhah, 708].

Hii. Serem ya kalau makan ditemani oleh setan. Nanti makanannya tidak mengandung barokah...

2. Dilarangnya Mencela Makanan Yang Tidak Kita Sukai
   Nah, teman-teman pasti pernah menjumpai makanan yang tidak disukai. Pernah apa Belum? Pasti sudah pernah yaa. Wong saya saja sering e melihat makanan yang tidak saya suka. Tapii, yang jadi permasalahannya adalah, tindakan atau ucapan apa yang seharusnya kita lakukan ketika sedang memakan makanan yang kurang enak? Apakah dengan mengatakan, “ih, ora penak e” atau “ikiki opo to? Kok rasane blas ora karuan”. Apakah ucapan seperti itu yang seharusnya kita katakan? Jawabannya adalah “NO”.

Sebagai seoang muslim yang baik, hendaknya kita mencontoh akhlaq Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam ketika beliau merasa tidak suka atau tidak tertarik kepada suatu makanan. Dalam sebuah hadits yang berasal dari Sahabat Abu Huroiroh, dia berkata , “Rasulullah Tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya” (H.R. Bukhory dan Muslim)

Dalam hadits diatas, menunjukan sebuah adab yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Yaitu, hendaknya ia berlaku baik kepada sebuah makanan. Apabila ia menyukai makanan itu, hendaknya ia makan. Dan apabila ia meras tidak suka, maka tidak diharuskan baginya untuk memakannya. Dengan catatan, tanpa mencela makanan itu. Perlu teman-teman ketahui juga lho. Apabila kita mencela sebuah makanan, berarti kita telah bertindak kufur, yaitu tidak mensyukuri ni’mat Allah. Padahal, Allah Jalla Wa’ala telah berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Yang artinya :
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim : 7)

 Ya, begitulah temanku. Apabila kita bersyukur terhadap karunia yang Allah berikan kepada kita, niscaya Allah akan menambahkan karunianya kepada kita, dan melimpahkan keberkahan padanya. Namun, apabila kita tidak mensyukurinya dan malah mencelanya, niscaya ia akan mendapatkan siksaan dari Allah dan dihilangkan keberkahan padanya. Na’udzubillah.

3. Mengucapkan hamdalah ketika selesai makan dan minum
   Nah, bagian ini juga sering dilupakan oleh sebagian kita. Benar tidak? Biasanya kalau orang habis makan, yang keluar dari lisannya bukannya kalimat “Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin” , tapi malah suara menggelegar dari perut yang menandakan bahwa perut sudah terisi oleh makanan.
   Sebenernya saya itu heran, sudah pada hafal do’a setelah makan belum siih? Sudah hafal belum? Coba ayo bareng-Bareng kita baca do’anya, 1,2, 3,

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Alhamdulillaahilladziiathamanaawasaqoonawaj’alnaaminalmuslimiin.Aamiin

Artinya :
“Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam”

Nah, teman-teman sudah pada hafal kan? Besok lagi kalau selesai makan jangan lupa membaca do’a ini ya? Supaya makanan yang kita makan bisa menjadi sumber tenaga yang baik, dan sebagai sarana untuk beribadah kepada  Allah. Setuju? Baiklah kalau setuju.

Teman-temanku yang dirahmati Allah, baarokallaahu fiy kum.

Maka dari itu, marilah kita mencoba untuk memiliki adab-adab yang baik terhadap makanan. Seperti yang tadi saya katakan, mungkin makanan dianggap remeh oleh sebahagian kita. Padahal, kalau kita menyadari, sebuah makanan ternyata berperan penting dalam kehidupan kita. Coba, kalau di dunia ini tidak ada makanan, bagaimana jadinya? Apakah kita masih bisa hidup?? Tentu tidak bisa. Karena secara fitroh, manusia membutuhkan sumber asupan yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan demikian, kita seharusnya berlaku baik terhadap sebuah makanan, yakni dengan tidak mencelanya, menjelek-jelekannya, dan juga tidak menyepelekannya. Namun, seharusnya kita mengucapkan syukur kepada Allah, atas ni’mat yang Dia berikan kepada kita, yang belum tentu orang lain juga bisa menikmati makanan yang kita rasakan.

Demikian sajian singkat dari FORDA MAN Godean yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi saya dan antum semua. Wassalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuhu... (Ashidqi)

Kamis, 23 April 2015

BULLETIN FORDA EDISI 003 : "YUUK BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH"



 
 "YUUK BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH"



Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu.                                                      Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.

     Hai sobat muda, ketemu lagi bersama kami, tim Buletin FORDA MAN Godean yang senantiasa setia menemani hari-hari kita denan hikmah. Dalam edisi kali ini, tim FORDA MAN Godean akan membawakan sebuah sajian singkat yang berjudul “Yuuk Berbusana Muslim dan Muslimah”, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

     Teman-teman yang mudah-mudahan diberikan kebaikan oleh Allah Baarokallaahu Fiy Kum. Pernahkah kita mendengar istilah hijab syar’i? Ya, saya yakin teman-teman sudah banyak yang mengetahuinya. Hijab syar’i ini memiliki arti yaitu menutup diri dengan busana yang sesuai dengan syar’iyyah, atau aturan-aturan islam. Yup, jadi bukan hijab-hijaban yang tidak karuan, tapi hijab yang beneran.

Sebagaimana dalam Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya :

Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS: Al-Ahzab Ayat: 59)

     Nah, coba deh teman-teman perhatikan ayat diatas dengan seksama. Ayat diatas itu memiliki kandungan yang sangaaaaat banyak bagi kehidupan kitaselaku kaum muslimin.

Faidah yang terdapat dari ayat diatas adalah :

1.        1. Hijab itu sifatnya menutup

Jadi, kalau ada yang pakai baju tipis dan ketat, itu bener apa salah mba? Bukannya menutup, tapi malah seperti  membungkus. Walah walah, seperti lontong saja. Hehehe

Jadi, seseorang yang mengenakan hijab itu, seharusnya memakainya tidak setengah-setengah. Maksudnya, kalau pakai hijab itu, janganlah pakai yang tipis dan ketat, sehingga tetap saja membentuk badannya. Iya, kalau laki-laki juga hendaknya tidak memakai celana yang ketat lho, dan juga menutup aurat. Siapa yang tau auratnya laki-laki itu dari apa sampai apa? Iya betul, auratnya laki-laki itu dari pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan itu adalah seluruh anggota badannya, kecuali telapak tangan dan wajahnya (penj-). Jadi, hendaknya sebagai kaum laki-laki dan wanita muslim, kita menutup aurat sesuai dengan yang disyari’atkan dalam agama Islam ini.

2.      2.  Dengan hijab, kita akan lebih terkenali sebagai orang yang beragama islam

   Zaman memang semakin lama semakin mengalami yang namanya kemajuan. Model-model perempuan yang berbusana tak karuan pun dipajang di majalah-majalah, poster-poster, pamflet-pamflet, dan media-media lain yang begitu banyak tersebar didunia nyata. Tidak sampai disitu, ternyata didunia maya lebih parah lagi. Dengan adanya model-model wanita non muslim itu, sebagian besar orang islam yang memiliki keimanan yang lemah akan merasa tergoda untuk mengikuti model-model tersebut. Akhirnya, timbulah sebuah rasa kecenderungan terhadap gaya-gaya orang-orang non muslim. Na’udzubillaah.

   Teman-teman yang cantik dan ganteng hatinya. Baarokallaahu fiy kum

   Terkadang seorang wanita enggan mengenakan hijab dengan alasan “Panas lah, nggak gaul lah, nggak model lah” dan banyak alasan yang lain-lain. Padahal saudaraku muslimah yang dimuliakan Allah baarokallaahu fiy kum, dengan hijab, kita akan dikenali sebagai seorang muslimah yang baik, yang kelak mudah-mudahan masuk kesyurganya Allah Subhanahu Wata’ala. Pada mau masuk surga to Mba? Nah, kalau mau masuk syurga, maka harus tau doong kunci syurganya. Nggeh to?



     3. Dengan hijab, kita akan lebih terhindar dari yang namanya godaan dari orang lain, terutama laki-laki

   Percaya atau tidak teman-temanku? Jikalau salah 1 penyebab terbesar terjadinya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan tindakan asusila lain salah satunya adalah karena seorang wanita itu tidak menjaga auratnya dari laki-laki yang bukan muhrim. Yah, seperti yang sering kita lihat dijalan-jalan itu mas, banyak perempuan-perempuan yang tidak memakai jilbab, memakai pakaian yang ketat dan tipis, sehingga membuat laki-laki tergoda terhadapnya. Nah lho, kalau sudah terjadi hal yang tidak diinginkan, wanita itu baru berkata, “kenapa dulu aku tidak berhijab, seandainya aku dulu berhijab, Insya Allah hal ini tidak akan terjadi”. Ealaah, nasi sudah menjadi bubur to yo mba mba.

   Sahabat saya yang super akhlaqnya.

   Terkadang, diri kita itu cenderung kepada hal yang mudah-mudah saja, dan cenderung menjauhi hal-hal yang membutuhkan suatu perjuangan dan pengorbanan. Leres nopo mboten? Pasti leres dooong. Tapi, ada kecualinya juga lho, yaitu bagi orang-orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah Subha

-nahu wata’ala.

    Yang lebih sering lagi nih, kalau misalkan ada teman kita laki-laki dan perempuan yang memakai pakaian yang sesuai syari’at, pasti ada saja orang yang mengejeknya. Ada yang bilang, sok sucilah, sok sholeh lah, sok alim lah, dan sok sok lainnya yang bikin hati sedih... waduh waduh, kok yo saged ngoten lho.?

    Padahal, apakah mungkin sebuah syurganya Allah diberikan kepada orang yang tidak jilbabpan? Apakah mungkin syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang tidak mau menutup aurat padahal dia mampu? Wah yo 100% tidak mungkin to mas? Kan syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang senantiasa menjaga dirinya, salah satunya dari cara dia berpakaian yang sesuai dengan tuntunan syari’at islam.

   Teman-temanku yang mudah-mudahan dimuliakan Allah.

   Kalau seandainya kita mau berfikir jauh nih, apa sih yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan ke liang lahat? Apakah gaun pengantin yang panjangnya 3 meter? Ataukah jas mewah berdasi yang digunakan orang nashrani? Ataukah pula

baju kebangsawanan? Tidak mba, pakaian yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan hanyalah beberapa helai kain putih, yang gunanya menutup badannya yang tersentuh tanah. Lalu, apa yang bisa kita banggakan dari pakaian yang kita pakai saat ini? Tidak ada, tidak ada yang bisa kita banggakan mas mba. Karena pakaian yang tampak itu hanya sekedar perhiasan, sedangkan pakaian yang sebenarnya adalah pakaian ketaqwaan. Betul betul betul?



   Sahabatku yang mulia

     Maka dari itu, marilah kita memperbaiki keadaan diri kita selagi ada waktu, sebelum rasa kecewa menghampiri kita. Pastikan diri kita senantiasa berada pada jalan yang lurus, memakai pakaian yang sesuai dengan syari’at agama Islam yang mulia ini. Janganlah sampai kita terlena dengan keindahan dunia yang melalaikan kita, yang malah membuat Allah murka dengan kita.. dan hendaknya kita bersabar dan ikhlas dalam menjalankan aturan-aturan yang ada, sehingga kita bisa mendapatkan kebaikan, yang kelak akan membawa kita ke syurganya Allah. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

  Sekian sajian singkat yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita, dan dapat menjadi motivasi bagi diri kita untuk memperbaiki akhlaq, perilaku, dan penampilan kita. Aamiin

    Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuhu.

Salam FORDA!!!! (Ashidqi)