Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2015

BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 010, "7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLAH"

 
 "7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLAH"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin
Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN akan menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “7 Golongan Orang Yang Dinaungi Allah”. Dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda terkait 7 golongan orang yang akan diberikan naungan oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naunganNya:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ, وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ, وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ, وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ, وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ. رواه البخاري

 Artinya : “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata Aku takut kepada Allah, Seseorang yang bersedekah dengan menyembuyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta Seorang yang berdzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.”
(Shohih Bukhari, Hadits no 620).


Bapak/Ibu dan teman-teman yang dirahmati Allah.
Disini saya akan memperjelas satu-persatu tentang 7 golongan diatas.

1. Pemimpin Yang Adil
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang berhukum ditengah-tengah manusia berdasakan kebenaran bukan semata-mata mengikuti hawanafsu semata. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat shad ayat 26, Allah berfirman:
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di

antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.(QS. Shaad:26)

antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS. Shaad:26)

2. Para Pemuda Yang Tumbuh Berkembang Dalam Beribadah Kepada Allah
Dizaman yang mana para pemuda mereka lalai dan tenggelam dalam fitnah dunia, namun ia tetap istiqomah berpegang terhadap agamanya, tekun dan taat beribadah menghamba kepada Robbnya. Pantaslah kalau ia mendapatkan janji Allah yang sangat agung, dikarenakan susahnya menerapkan dan mengamalkan hal tersebut apalagi dizaman yang pergaulan kian hari kian runyam dan ditambah lagi dengan gejolak darah muda yang gampang tersulut oleh dahsyatnya seruan-seruan syahwat. Na’udzubillah

3. Orang Yang Hatinya Selalu Terkait Kepada Masjid
Yaitu mereka yang hatinya selalu terikat dengan masjid. Apabila tiba waktunya sholat, mereka bersegera datang ke masjid untuk melaksanakan perintah Allah. Dan ketika ia keluar dari masjid, hatinya seakan merasa ada hal yang kurang, karena telah keluar dari masjid yang dia cintai.

4. Dua Insan Yang Saling Mencintai Karena Allah, Bertemu Dan Berpisah KarenaNya
   Yakni, 2 orang yang saling mencintai dikarenakan keutamaan yang ada pada diri-diri mereka. Sehingga, tidaklah mereka bersatu melainkan karena ikatan cinta yang Allah tanamkan dihati mereka.
Dalam sebuah hadits, Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah bersabda:
“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling menyayangi antara satu sama lain. Mahukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling menyayangi antara satu sama lain? Sebarkanlah salam sebanyak-banyaknya diantara kalian” . (HR. Muslim)

5. Seorang Lelaki Yang Di Ajak Berzina Oleh Wanita Yang Kaya Dan Cantik Tapi Ia Menolaknya Seraya Berkata “Aku Takut Kepada Allah”
     Masih ingatkah kita tentang kisah Nabi Yusuf, tatkala beliau digoda dan diajak berzina oleh wanita yang amat cantik dan kaya? Nabi Yusuf menolak untuk melakukannya karena ia takut kepada Allah. Sebagaimana dikisahkan dan diabadikan kisahnya dalam al-qur’an surat yusuf ayat:23,

Allah berfirman:
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

6. Seseorang Yang Bersedekah Dengan Menyembunyikannya Hingga Tangan Kirinya Tidak Mengetahui Apa Yang Diinfaqkan Oleh Tangan Kanannya. Maksudnya adalah, ketika mereka bersedekah, mereka berusaha agar orang lain tidak mengetahuinya, sehingga hanya dirinyalah dan Allah yang mengetahuinya.

7. Seorang yang berdzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.
Yaitu mereka yang berdzikir kepada Allah, menyendiri di dalam kesunyian, kemudian ia menitikan air matanya dikarenakan mengingat Allah –Subhanahu Wata’ala-
Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 009, "BERPAKAIAN TAPI HAKEKATNYA TAK BERPAKAIAN"

 
 "BERPAKAIAN TAPI HAKEKATNYA TAK BERPAKAIAN"

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin

Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “Berpakaian Tapi Hakekatnya Tak Berpakaian”. Yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. Barokallaahu fiy kum
Pernahkah kita mendengar sebuah hadits shahih tentang 2 kelompok penghuni neraka yang belum pernah dilihat oleh Rasulullah sebelumnya? Sudah apa belum hayoo? Okedeh, saya bacakan ya, tapi jangan ada yang ngobrol sendiri lho, supaya teman-teman mendapatkan kebaikan. Aamiin
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Hadits diatas adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam kitab Shahihnya. Sehingga, derajat hadits itu adalah “Shahih” yang wajib kita yakini keabsahannya.

Teman-teman yang dirahmati Allah. Baarokallaahu fiy kum

Seorang ‘Ulama, yakni Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun
 ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.”(Jilbab Al Mar’ah Muslimah, halaman 125-126).

Sebelum masuk ke pembahasan inti, mari kita bernostalgia terlebih dahulu.Dulu, pada zaman Nabi Muhammad –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- kaum wanita begitu antusias dalam menutupi dirinya dengan hijab yang syar’i ketika keluar rumah. Mereka begitu memperhatikan hijabnya, sampai-sampai salah seorang diantara mereka bertanya kepada Rasul dalam sebuah hadits yang membahas masalah isbal. Wanita itu berkata kepada


Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila batas pakaian bagi wanita itu juga sama diatas mata kaki, berarti nanti kaki-kaki kami akan terlihat”. Maka Rasulullah –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- menjawab, “tambahkan sehasata, dan jangan lebih dari itu”.
(Hadits Shahih)

Tuh kan mba, para wanita pada zaman Rasul aja khawatir apabila aurat mereka tersingkap atau terlihat oleh orang lain, masa kita tidak? Dan 1 pertanyaan lagi, kenapa ya di zaman ini banyaaaaakkk sekali wanita yang sukanya memamerkan auratnya? Teman-teman Ada yg tau tidak? Okedeh, saya kasih tau saja ya? Di zaman ini banyak sekali wanita yang suka memamerkan auratnya serta memamerkan bentuk tubuhnya disebabkan karena hilangnya rasa “Malu” pada diri-diri mereka. Rasa Apa yang hilang? Rasa malu. Bahkan tidak
Tanggung-tanggung, mereka justru malah merasa bangga karena telah menunjukan kepada orang lain bahwa dirinya memiliki kulit yang putih misalkan, atau tubuh yang begitulah, pasti teman-teman faham. Yang seakan-akan lebih baik dari orang lain.

Haduh-haduh, serasa kulit terbungkus daging. Yang seharusnya di dalam, tapi malah diluar. Yang seharusnya memiliki rasa malu, tapi malah bangga. Laa hawlaa walaa quwwata illa billah.

Padahal nihh yee teman-teman, Malu merupakan suatu perkara yang tidak bisa dianggap remeh oleh kita. Ingatlah, bahwasannya malu adalah sebagian dari iman. Sebagaimana dalam sabdanya, “Malu itu sebagian dari iman” (Muttafaqun ‘Alayh). Sehingga, apabila kita masih memiliki rasa malu, hendaknya kita jaga baik-baik, agar rasa malu itu tidak dicabut oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Karena apabila rasa malu itu dicabut dari diri kita, niscaya kita akan lebih mudah dalam berbuat maksiat. Na’udzubillaah
Maka dari itu duhai kaum Adam dan Hawa. Baarokallaahu fiy kum

Marilah kita mulai berbenah diri, terkhusus dalam adab berpakaian. Janganlah alasan nge-tren atau fashion kita utamakan dibanding dengan syari’at yang telah datang terlebih dahulu. Mudah-mudahan, Allah melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran dan hidayah. aamiin

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Rizqi Ashidqi –XII Agama-)



BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 008, "COBA DEH, GAK RUGI KOK"

 
"COBA DEH, GAK RUGI KOK"

Bismillaahirohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum Warohmatullaaah Wabarokatuhu

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala  yang telah memberi keni’matan dan kesehatan bagi kita.
Sholawat dan salam tak lupa kami haturkan kepada baginda Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, shahabat, dan para pengikutnya. Aamiin

Teman-teman, Mau ada yang jadi “Bidadari Surga” tidak ? Hmm... syaratya mudah aja kok, ikuti petunjuk dari artikel ini. Selamat mendenarkan yaa..

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang lebih menyedihkan adalah ada sebagian kalangan yang masih ragu terhadap pensyariatan Islam tentang pakaian Muslimah ini.

Di samping itu, masih banyak juga yang memahami secara rancu tentang kerudung dan jilbab. Tidak sedikit yang menganggap bahwa jilbab sama dengan kerudung, begitu pula sebaliknya. Padahal, jilbab dan kerudung adalah dua perkara yang memiliki arti berbeda.

Menutup aurat ketika keluar rumah merupakan kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, laki-laki maupun perempuan. Untuk kaum Muslimah, Allah Subhanahu Wata’ala. telah mengatur ihwal menutup aurat ini al-Quran surat an-Nur ayat 31. Jangan lupa dibaca yaa.

Alloh Subhanahu Wata’alajuga telah menganjurkan kita untuk para perempuan agar memanjangkan kerudungnya agar menutupi badan,,
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat

59 :
يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّقُلْلأزْوَاجِكَوَبَنَاتِكَوَنِسَاءِالْمُؤْمِنِينَيُدْنِينَعَلَيْهِنَّمِنْجَلابِيبِهِنَّذَلِكَأَدْنَىأَنْيُعْرَفْنَفَلايُؤْذَيْنَوَكَانَاللَّهُغَفُورًارَحِيمًا (٥٩)

Artinya
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab : 59)

Banyak orang yang bilang “ah.. pakai jilbab yang panjang panas .. ribet  susah kaya orang orang jaman dulu,, sekarang kan jaman modern.. ngapain juga masih kaya gitu,, gak level kelezz,,,”


Banyak cewek zaman sekarang banyak  banyak alasan yang gak mau  pakai jilbab :
1.    Gak mau pakai jilbab ah.. kuno..
Kuno?? Perassaan di zaman yang lebih kuno kaya zaman dinosaurus kagak ada yang pake kerudung deh..
2.    Nanti kalo pake kerudung gak ada yang suka sama aku deh.. 
Kata siapa neng... gak lah.. kan banyak cowo  zaman sekarang yang cari wanita yang sholihah, gak  cuma cantik di luar tapi cantik di dalam juga insyaAlloh..
3.    Kerudung dan jilbab membuatku gak bebas
Masa? Aku kok merasa bebas ya,..!!  bebas dari pandangan orang yang gak bener, bebas dari dosa, menjalankan salah satu perintah Alloh Subhanahu Wata’ala, dan bebas dari jajahan bangsa barat yang berniat menjatuhkan rasa malu para pemudi.

1.    Tapi kerudung kan gak gaul
Mau gaul atau mau nurutin perintah Allah sih???
Silahkan pilih sendri ya..   
2.    Tapi.. itu kan gak wajib..?
Gak wajib gimana .. buktinya ada kok . tengok dech Surat An-Nur ayat :31Sama Surat Al-Ahzab ayat :59
3.    Huft ,, kenapa sih agama dilihat dari kerudung doang?? he? Kata siape ? belum pernah denger po tentang rukun islam dan rukun iman
4.    Yahh.. emang belom dapet hidayah dan pencerahan kalii aku ya??,,
Emangnya hidayah itu dateng gitu ajah . dia mesti menjemput , emang nya apa aja yang kamu lakuin buat menjemput hidayah?Nah gitu temen temen yang cwantik cwantik,, semoga bermanfaat yach..

Jangan lupa tutup lah aurot mu sebelum kain kaffan yang menutupinya.. pocong aja nutup aurat, masa teman-teman tidak?Wkwkwk..

Sekian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu.


Rabu, 20 Mei 2015

BULLETIN FORDA EDISI 005 : “La Tahzan,Ada Allah Kok”




بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم          

Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu..
Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.

                Hai teman-teman yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal’afiat semuanya ya.. Aamiin.

Saudaraku Alhamdulillah :) pagi yang indah, dingin menyejukkan qolbu, cerah menyinari wajah yang penuh kebahagiaan, semangat yang senantiasa terpelihara, meski raga begitu lelah menerjang gelombang kehidupan , Ya Allah.. ketika kaki-kaki ini mulai  letih melangkah, kuatkanlah kami, beri kami deru semangat yang menyegarkan untuk menapaki jalan panjang ini,,ringankanlah langkah kami untuk senantiasa mendekat dan tunduk kepadaMu..

                Dalam kesempatan yang berbahagia ini, FORDA MAN Godean akan memberikan sajian bacaan singkat berjudul “La Tahzan,Ada Allah Kok” yang semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semuanya.. Aamiin selamat membaca ya teman-teman.

                Teman-teman, dalam kehidupan yang sekarang kita jalani ini pasti kita tidak pernah lepas dari yang namanya “kesedihan”. Ya, kesedian memanglah hal yang akan selalu ada dalam hidup kita. Selama kita masih bisa merasakan kebahagiaan disitulah pasti juga akan ada kesedihan, karena kesedihan takkan pernah ada bila kebahagiaan itu tidak ada. Jadi, Kesedihan dan Kebahagiaan akan selalu menjadi dua hal yang menemani dalam hidup kita, dimana ada kebahagiaan pasti juga tersimpan kesedihan didalamnya begitu pula sebaliknya.

                Teman-teman yang semoga selalu dirahmati Allah, entah disadari atau tidak terkadang kita selalu merasa bahwa saat kita ditimpa sebuah masalah, yang mungkin masalah tersebut menyebabkan diri kita kecewa, sedih, marah atau bahkan jengkel kita selalu menganggap bahwa itu semua serasa berat sekali kita hadapi entah berkaitan dengan masalah keluarga, masalah disekolah, pertemanan atau bahkan mungkin tentang hal yang namanya Cinta. Terkadang tanpa sadar mungkin diantara kita pernah ada yang melontarkan kata seperti ini “Ya Allah, kenapa harus aku yang mengalaminya, kenapa bukan orang lain, kenapa? Allah tidak adil dengan ku” Astaghfirullah, ya itulah kata-kata yang terkadang tanpa sadar menghiasi bibir kita saat kita sedang ditimpa sebuah masalah. Padahal dibalik itu semua Allah pasti memiliki rencana yang indah untuk kita yang senantiasa bersabar dan percaya bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

            Teman-teman, jangan pernah melupakan pemberian dari Allah baik itu anugerah maupun cobaan karena akan selalu ada makna di setiap peristiwa. Sesuai dengan Firman Allah dalam Al Qur’an surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

            Teman-teman, terkadang tak jarang kesedihan yang ditimbulkan oleh berbagai masalah yang sedang kita hadapi membuat diri kita menjadi menyerah dan bahkan putus asa. Padahal Allah juga telah berfirman dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya:

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

            Nah, coba teman-teman renungkan apabila kita hendak ingin mencapai sebuah tujuan pasti akan ada rintangan yang siap menghadang kita, dimana itulah yang harus kita hadapi. Butuh prinsip dan komitmen dalam diri sendiri untuk membentengi diri kita pribadi agar tidak lengah saat ditengah perjalan yang sedang hendak kita capai tersebut.

            Berbagai hambatan akan datang saat kita sedang merasa terjatuh dan mungkin mengalami kesedihan, namun kita harus bisa bangkit dari kesedihan tersebut dan berusaha memperbaiki keadaan agar jauh lebih baik lagi dan menghapus kesedihan yang kita alami karena larut dalam sebuah kesedihan tidak akan membuat kita bangkit namun justru sebaliknya.

            Teman-teman, tahukah kalian bahwa disadari atau tidak pasti akan ada  waktu saat hati kita menjadi sedih dan gelisah. Saat hal tersebut datang jangan biarkan hati kita larut didalamnya dan mencuri hidup kita tetapi bangkitlah, sibuklah dan bergaulah dengan orang yang bermanfaat dan perbanyaklah berzikir kepada Alla Ta’ala.

            Teman-teman, salah satu contoh yang terkadang membuat kita sedih adalah ketika kita merasa dibenci atau tidak disukai oleh orang lain, tetapi bukan berarti karena hal itu kemudian membuat kita menjadi merasa sedih dan seolah-olah menjadi salah satu hambatan yang merisaukan bagi kita, padahal teman-teman semua pasti tahu kan bahwa Tidak mungkin semua orang akan menyukai kita, walau kita telah berbuat baik semaksimal yang kita bisa sekalipun. Tidak perlu merasa aneh, sedih bahkan kecewa, tetapi terus saja berbuat yang paling baik terhadap mereka sebab itulah yang akan kembali kepada kita. Dan yang paling utama berusaha tersenyumlah dikala sedih dan tetap memafkan dikala kita sedang merasa dikecewakan.

            Saudaraku, kita sebagai hamba Allah pasti ada saatnya diberikan rasa bahagia dan rasa sedih. Memang ada saatnya kita merenungkan kesedihan yang sedang kita alami, namun harus diingat bahwa jangan sampai kita berlarut-larut dalam kesedihan tersebut. Bangkit dan bangkit adalah solusi yang harus kita lakukan agar kita tidak terus-menerus tenggelam dalam sebuah kesedihan. Memanglah bangkit dari sebuah keterpurukan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun dengan niat dan tindakan untuk tujuan yang benar serta sikap yang optimis InsyaAllah akan membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap masalah yang menimpa dan menjalani kehidupan yang kita jalani saat ini.
Akan ada pelangi disetiap hujan, senyuman untuk setiap tangisan, Rahmat untuk setiap cobaan dan kekuatan untuk setiap dugaan. Jadi tetap semangat kawan, jangan pernah berhenti berharap karena Allah lebih tahu saat yang tepat untuk mengabulkan permintaan kita dan jangan bersedih lagi karena Allah senantiasa selalu ada untuk kita. La Tahzan, Ada Allah Kok ^_^ .. Sekian…
Mudah-mudahan, sajian singkat ini dapat bermanfaat dan menjadi sedikit motivasi bagi kita semua, terutama bagi Penulis sendiri dan pembaca yang setia. Aamiin..
Wassalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu.
Salam FORDA!! (Amanah Ismi)

Kamis, 23 April 2015

BULLETIN FORDA EDISI 003 : "YUUK BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH"



 
 "YUUK BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH"



Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu.                                                      Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.

     Hai sobat muda, ketemu lagi bersama kami, tim Buletin FORDA MAN Godean yang senantiasa setia menemani hari-hari kita denan hikmah. Dalam edisi kali ini, tim FORDA MAN Godean akan membawakan sebuah sajian singkat yang berjudul “Yuuk Berbusana Muslim dan Muslimah”, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin

     Teman-teman yang mudah-mudahan diberikan kebaikan oleh Allah Baarokallaahu Fiy Kum. Pernahkah kita mendengar istilah hijab syar’i? Ya, saya yakin teman-teman sudah banyak yang mengetahuinya. Hijab syar’i ini memiliki arti yaitu menutup diri dengan busana yang sesuai dengan syar’iyyah, atau aturan-aturan islam. Yup, jadi bukan hijab-hijaban yang tidak karuan, tapi hijab yang beneran.

Sebagaimana dalam Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya :

Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS: Al-Ahzab Ayat: 59)

     Nah, coba deh teman-teman perhatikan ayat diatas dengan seksama. Ayat diatas itu memiliki kandungan yang sangaaaaat banyak bagi kehidupan kitaselaku kaum muslimin.

Faidah yang terdapat dari ayat diatas adalah :

1.        1. Hijab itu sifatnya menutup

Jadi, kalau ada yang pakai baju tipis dan ketat, itu bener apa salah mba? Bukannya menutup, tapi malah seperti  membungkus. Walah walah, seperti lontong saja. Hehehe

Jadi, seseorang yang mengenakan hijab itu, seharusnya memakainya tidak setengah-setengah. Maksudnya, kalau pakai hijab itu, janganlah pakai yang tipis dan ketat, sehingga tetap saja membentuk badannya. Iya, kalau laki-laki juga hendaknya tidak memakai celana yang ketat lho, dan juga menutup aurat. Siapa yang tau auratnya laki-laki itu dari apa sampai apa? Iya betul, auratnya laki-laki itu dari pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan itu adalah seluruh anggota badannya, kecuali telapak tangan dan wajahnya (penj-). Jadi, hendaknya sebagai kaum laki-laki dan wanita muslim, kita menutup aurat sesuai dengan yang disyari’atkan dalam agama Islam ini.

2.      2.  Dengan hijab, kita akan lebih terkenali sebagai orang yang beragama islam

   Zaman memang semakin lama semakin mengalami yang namanya kemajuan. Model-model perempuan yang berbusana tak karuan pun dipajang di majalah-majalah, poster-poster, pamflet-pamflet, dan media-media lain yang begitu banyak tersebar didunia nyata. Tidak sampai disitu, ternyata didunia maya lebih parah lagi. Dengan adanya model-model wanita non muslim itu, sebagian besar orang islam yang memiliki keimanan yang lemah akan merasa tergoda untuk mengikuti model-model tersebut. Akhirnya, timbulah sebuah rasa kecenderungan terhadap gaya-gaya orang-orang non muslim. Na’udzubillaah.

   Teman-teman yang cantik dan ganteng hatinya. Baarokallaahu fiy kum

   Terkadang seorang wanita enggan mengenakan hijab dengan alasan “Panas lah, nggak gaul lah, nggak model lah” dan banyak alasan yang lain-lain. Padahal saudaraku muslimah yang dimuliakan Allah baarokallaahu fiy kum, dengan hijab, kita akan dikenali sebagai seorang muslimah yang baik, yang kelak mudah-mudahan masuk kesyurganya Allah Subhanahu Wata’ala. Pada mau masuk surga to Mba? Nah, kalau mau masuk syurga, maka harus tau doong kunci syurganya. Nggeh to?



     3. Dengan hijab, kita akan lebih terhindar dari yang namanya godaan dari orang lain, terutama laki-laki

   Percaya atau tidak teman-temanku? Jikalau salah 1 penyebab terbesar terjadinya pelecehan seksual, pemerkosaan, dan tindakan asusila lain salah satunya adalah karena seorang wanita itu tidak menjaga auratnya dari laki-laki yang bukan muhrim. Yah, seperti yang sering kita lihat dijalan-jalan itu mas, banyak perempuan-perempuan yang tidak memakai jilbab, memakai pakaian yang ketat dan tipis, sehingga membuat laki-laki tergoda terhadapnya. Nah lho, kalau sudah terjadi hal yang tidak diinginkan, wanita itu baru berkata, “kenapa dulu aku tidak berhijab, seandainya aku dulu berhijab, Insya Allah hal ini tidak akan terjadi”. Ealaah, nasi sudah menjadi bubur to yo mba mba.

   Sahabat saya yang super akhlaqnya.

   Terkadang, diri kita itu cenderung kepada hal yang mudah-mudah saja, dan cenderung menjauhi hal-hal yang membutuhkan suatu perjuangan dan pengorbanan. Leres nopo mboten? Pasti leres dooong. Tapi, ada kecualinya juga lho, yaitu bagi orang-orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah Subha

-nahu wata’ala.

    Yang lebih sering lagi nih, kalau misalkan ada teman kita laki-laki dan perempuan yang memakai pakaian yang sesuai syari’at, pasti ada saja orang yang mengejeknya. Ada yang bilang, sok sucilah, sok sholeh lah, sok alim lah, dan sok sok lainnya yang bikin hati sedih... waduh waduh, kok yo saged ngoten lho.?

    Padahal, apakah mungkin sebuah syurganya Allah diberikan kepada orang yang tidak jilbabpan? Apakah mungkin syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang tidak mau menutup aurat padahal dia mampu? Wah yo 100% tidak mungkin to mas? Kan syurganya Allah diberikan kepada seseorang yang senantiasa menjaga dirinya, salah satunya dari cara dia berpakaian yang sesuai dengan tuntunan syari’at islam.

   Teman-temanku yang mudah-mudahan dimuliakan Allah.

   Kalau seandainya kita mau berfikir jauh nih, apa sih yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan ke liang lahat? Apakah gaun pengantin yang panjangnya 3 meter? Ataukah jas mewah berdasi yang digunakan orang nashrani? Ataukah pula

baju kebangsawanan? Tidak mba, pakaian yang dipakai oleh seorang jasad manusia ketika dikuburkan hanyalah beberapa helai kain putih, yang gunanya menutup badannya yang tersentuh tanah. Lalu, apa yang bisa kita banggakan dari pakaian yang kita pakai saat ini? Tidak ada, tidak ada yang bisa kita banggakan mas mba. Karena pakaian yang tampak itu hanya sekedar perhiasan, sedangkan pakaian yang sebenarnya adalah pakaian ketaqwaan. Betul betul betul?



   Sahabatku yang mulia

     Maka dari itu, marilah kita memperbaiki keadaan diri kita selagi ada waktu, sebelum rasa kecewa menghampiri kita. Pastikan diri kita senantiasa berada pada jalan yang lurus, memakai pakaian yang sesuai dengan syari’at agama Islam yang mulia ini. Janganlah sampai kita terlena dengan keindahan dunia yang melalaikan kita, yang malah membuat Allah murka dengan kita.. dan hendaknya kita bersabar dan ikhlas dalam menjalankan aturan-aturan yang ada, sehingga kita bisa mendapatkan kebaikan, yang kelak akan membawa kita ke syurganya Allah. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

  Sekian sajian singkat yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita, dan dapat menjadi motivasi bagi diri kita untuk memperbaiki akhlaq, perilaku, dan penampilan kita. Aamiin

    Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuhu.

Salam FORDA!!!! (Ashidqi)