Minggu, 01 November 2015

BULETIN FORDA MAN GODEAN EDISI 007, "UNTUKMU WAHAI PEMUDA"


https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4771269437194254862#editor/target=post;postID=1553194372878761646
 "UNTUKMU WAHAI PEMUDA"
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu
Alhamdulillaah, washolaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du
Teman-temanku yang dirahmati Allah. Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Aamiin

Pada kesempatan ini, Bulletin FORDA MAN GODEAN menyampaikan sebuah ulasan singkat yang berjudul “Untukmu Wahai Pemuda”. Yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin
Teman-teman yang dirahmati oleh Allah. jika saya bertanya, kira-kira siapakah kalangan manusia yang memiliki tenaga yang paling besar, kakek-kakek atau para pemuda? Ayo siapa? Saya rasa, teman-teman akan menjawab para pemuda. Betul? Ya harus betul dong. Masa kakek-kakek dibilang lebih kuat tenaganya dibanding dengan pemuda.

Nah, dibalik tenaga pemuda yang lebih besar daripada orang-orang tua, pada umumnya kaum muda juga cenderung lebih memiliki keinginan dan semangat yang tidak sedikit. Namun yang menjadi masalah adalah, bagaimana kalau semangat yang sedang membara itu disalah gunakan oleh sebagian pemuda yang tak bertanggung jawab? Seperti; suka mencari gara-gara, tawuran, aksi vandalisme, dan masih banyak lagi. Laa hawlaa walaa quwwata illa billah. Padahal nih ya teman-teman, kalau seandainya seluruh pemuda itu bersatu, menjunjung tinggi norma-norma yang ada, maka Insya Allah keadaan negeri kita akan lebih tenang tentram.

Begitu pula dengan siswa/siswi Madrasah ‘Aliyah Negri Godean, apabila semuanya bersatu diatas kebaikan, tidak ada perselisihan , dan senantiasa berbuat yang ma’ruf, niscaya sekolah kita ini akan menjadi sekolah yang “wow”. Karena apa? Karena kuantitas bukanlah jaminan akan baiknya sesuatu, namun kwalitaslah yang menjamin baik atau tidaknya sesuatu.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum

Lalu, apa sih solusi terbaik agar bisa mencapai tingkat kebaikan? Caranya mudah,. Ada yang tau? Ya, caranya adalah dengan belajar. Dengan apa? Dengan belajar. Insya Allah, apabila kita rajin belajar, maka keadaan kita akan semakin membaik. Aamiin. Namun, janganlah lupa untuk mempelajari ilmu agama juga, justru ilmu agamalah

yang seharusnya kita utamakan daripada ilmu-ilmu yang lain. Sebab, ilmu agama itu bisa memperbaiki keadaan seorang manusia, baik yang tampak maupun yang tidak. Dengan itu pula, seseorang bisa selamat di dunia dan di akhirat.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum
Masih ingatkah kita tentang kisah 7 orang pemuda yang berlindung kedalam goa dikarenakan menghindar dari raja yang memerintahkan agar menyembah selain Allah? Siapakah 7 pemuda itu? Tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah “Ashabul Kahfi”, yang telah Allah abadikan di dalam Al-Qur’an bahwa mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah dan diberikan kepadanya petunjuk. Lalu Allah selamatkan mereka dengan membuat mereka tertidur didalam goa selama berapa tahun mas? Iya, selama 309 tahun. Kok saged yoo? Wah nggih saged. Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nah, teman-teman mau masuk surga atau neraka? Kalau mau masuk surga, ya pasti kita harus melakukan pengorbanan kan?  Dan pengorbanan itu tidak mudah lho. Ingat kaidah jual beli, bahwasannya ada harga, maka ada kwalitas. Begitu pula dengan surga. Kalau kita mau dapet surga, maka ya jangan seenaknya sendiri dong. Masa orang yang enggak pernah sholat, enggak pernah puasa, enggak pernah berbuat baik,  terus mau ngarepin surga? Helloww, ngimpi kali yee. Hhe
Singkat cerita, Nabi kita Muhammad –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- pernah berkisah dihadapan para shahabatnya, bahwasannya ada seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan tangannya kelangit (seraya berdo’a), ‘Ya Rabb Ya Rabb’. Sedangkan makanannya haram, Minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin do’anya dapat terkabulkan?”. Hadits shahih, Diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Teman-teman yang dirahmati AllahBaarokallaahu fiy kum

Kira-kira apa sih makna hadits diatas? Ada yang tahu tidak? Baiklah, saya jelaskan saja ya. Secara umum makna hadits itu adalah, penggambaran yang diberikan oleh Rasulullah –Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam- bahwasannya apabila kita inginmendapatkan suatu kebaikan, maka kita juga harus mengimbangi dengan kebaikan pula. Maksudnya, jangan sampai kita berharap dapat nilai 10, tapi tidak pernah belajar sama sekali, terus kalau guru lagi menerangkan, kita sibuk sendiri. Ngorollah, ribut sendirilah, atau mungkin terjun kedunia mimpi.

Teman-temanku yang dirahmati Allah, Baarokallaahu fiy kum
Kesimpulannya adalah, marilah kita berusaha menempatkan jati diri kita sebagaimana mestinya. Artinya, jangan disalah gunakan dalam berbuat hal-hal yang tidak pantas, sehingga menjadi sia-sialah kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Dan mudah-mudahan, dengan izin Allah, pencerahan yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat dan membekas dihati-hati kita, sehingga kita bisa mencoba untuk menghapus noda-noda dalam hati kita semuanya. Allaahummaa aamiin

Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Salam FORDA!!! (Rizqi Ashidqi –XII Agama-)



0 komentar:

Posting Komentar