KIAT SUKSES MENEMPUH UJIAN
BismillaahirrohmaanirrohiimAssalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu
Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah. Amma ba’du
Kembali bertemu dengan buletin FORDA MAN Godean yang masih tetap eksis di kalangan pelajar muslim dan muslimah serta guru-guru dan karyawan di MAN Godean. Alhamdulillah, dalam kesempatan yang berbahagia ini, dalam naungan kasih nan tak tertandingi, tim FORDA MAN Godean akan menyajikan suatu ulasan singkat yang berjudul “Kiat Sukses Menempuh Ujian”. Mudah-mudahan, dengan ulasan yang disampaikan oleh saya dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menghadapi ujian yang akan kita hadapi sebentar lagi. Aamiin
Kalau misalnya teman-teman ditanya, apakah teman-teman mau mendapatkan nilai yang bagus-bagus? Mau atau tidak? Saya kira, setiap orang pasti ingin mendapatkan nilai yang baik, kecuali kalau orang tersebut adalah orang yang butuh di cek alam sadarnya. Hhe
Nah, maka dari itu saya akan berbagi beberapa tips mengenai kiat sukses dalam menempuh ujian agar dapat mendapat nilai yang maksimal. Tapi jangan lupa ya, kalau saya juga manusia, jadi terkadang, eh, bahkan sering tertimpa musibah rasa malas.. yup, dengan kata lain, malas itu adalah salah satu musuh terbesar bagi manusia. Maka Nabi Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam mengajarkan do’a agar terhindar dari sifat malas.
Teman-temanku yang dirahmati Allah Baarokallaahu fiy kum
Ada beberapa tips agar kita bisa menempuh ujian dengan baik, yaitu :
1. Berdo’a
Yup, berdo’a merupakan suatu santapan sehari-hari bagi kita semua. Dimanapun kita berada, pasti kita berdo’a. Baik mau makan, minum, duduk, dan masih banyak lagi. Begitu pula dengan belajar. Apabila kita berdo’a, niscaya ilmu itu akan bermanfaat bagi kita dan tidak mudah terlupakan. Dengan demikian, ilmu itu akan lebih lama mendiami difikiran kita. Begitu pula ketika hendak melaksanakan ujian sekolah, kita hendaknya juga berdo’a memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mengerjakannya. Tapi jangan lupa, kalau do’a itu juga harus disertai dengan usaha. Sehingga kalau hanya do’a saja tanpa usaha, ibarat bermain layangan ketika tidak ada angin. Coba bayangkan, apakah bisa? Secara logis tentu tidak bisa. Maka dari itu, janganlah sampai kita pisahkan usaha dengan do’a, atau do’a dengan usaha saja.
2. Belajar
Nah, belajar juga adalah hal yang sangat penting. Dengan belajar, kita dapat menambah pengetahuan kita. Dengan pengetahuan itulah, kita mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang, tekhusus ujian. Jadi, kita belum pernah menemukan orang yang tidak pernah belajar tiba-tiba mendapakan peringkat 1. Apakah pernah? sepertinya tidak deh. Maka dari itu, kalau mau menjadi siswa yang pandai, jangan lupa untuk belajar. Setuju?
3. Jujur
Memang pada setiap keadaan, kita dituntut untuk selalu berlaku jujur. Kapanpun dan Dimanapun kita berada. Juga pada ujian dan ulangan lho. Kan biasanya tuh, kalau ujian sedang berlangsung, ada saja yang berlaku curang. Benar atau tidak? Ada yang buka hp lah buat browsing, ada yang bawa kertas kecil lah, ada yang nulis di meja tempat kita duduk, ada yang nulis ditangan dan kaki, bahkan ada yang meletakan buku di kamar mandi atau disuatu tempat. Jadi, ketika ia hendak mencari jawabannya, ia beralasan kepada pengawas ujian hendak ke kamar kecil, padahal ia mau nyari jawabannya. Nah lho, siapa itu yang pernah melakukannya? Sebaiknya jangan diulangi lagi ya teman-teman.
Memang, nilai yang bagus adalah harapan kita semuanya. Tapi, apakah segala cara kita lakukan agar kita mendapatkan nilai yang bagus? Jawabannya tentu tidak. Kalau kata sebagian besar guru sih, nilai yang jelek itu lebih baik apabila dikerjakan dengan jujur, daripada nilai yang bagus tapi
hasil dari mencontek dan tidak jujur. Betul betul betul? Eitssss,, tapi bukan berarti kita berpasrah diri mendapatkan nilai yang jelek dengan alasan jujur tanpa belajar lho. Karena ada juga yang bilang, “katanya nilainya jelek ndak apa-apa kalau jujur”. Ya memang betul sih, tapi ya kita harus tetap belajar. Ingat, belajar!. Begitu nggih mas? Mba?
4. Bersungguh-sungguh
Dalam istilah lain, disebut dengan ikhtiar, yaitu berusaha sebisa mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, kita tidak boleh loyo atau lemas ketika mengerjakan soal. Tapi, kita harus berusaha semampu kita. Yah, walaupun pasti ada saja soal-soal yang terkadang tidak kita mengerti, sehingga kita ragu-ragu menjawabnya. Menurut sebagian pendapat, kalau kita menjumpai soal-soal yang sulit, hendaknya kita mencari soal lain yang lebih mudah dahulu, agar fikiran kita tidak terkuras dan tidak membuang waktu yang tersedia.
5. Bertawakal
Didalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan kepada kita semua, jikalau apabila kita telah membulatkan tekad, maka hendaknya kita bertawakal kepada Allah. Dalam hal ini, ujian pun demikian. Apabila kita telah yakin dengan jawaban yang kita pilih, maka hendaknya kita bertawakal kepada Allah. Sebab, apabila kita bertawakal kepada Allah, niscaya kita akan diberi kemudahan olehNya. Boleh percaya atau tidak, jikalau pernah ada kisah pada seorang siswa yang akan menghadapi ujian. Ia memang sudah belajar dengan cukup rajin, juga tidak lupa berdoa. Tapi, ketika ujian berlangsung, materi yang ia pelajari yang keluar pada soal hanya sedikit, sehingga membuat ia ragu-ragu dan pesimis pada awalnya. Namun, ketika ia sadar, maka ia pun menyerahkan kepada Allah apapun hasilnya. Dan subhanaAllaah, tanpa diduga ia mendapatkan nilai tertinggi diantara teman-temannya. subhanaAllah. Kok bisa begitu ya? Yah, Allaahu a’lam deh kok bisa seperti itu. Yang pasti, perlu teman-teman ingat, bahwasannya Allah Subhanahu Wata’ala menilai keadaan diri seorang hamba melalui usaha-usahanya, dan tidak hanya pada hasil akhirnya sahaja. Kalau yang dinilai hanya hasil akhirnya saja, maka orang yang bersedekah dengan harta korupsi atau mencuri juga akan dikatakan baik. Karena yang dinilai hanya akhirnya saja, yaitu bersedekah tanpa melihat dari mana asal-muasal harta yang ia gunakan
untuk bersedekah.
Teman-temanku yang saya cintai
hendaknya jangan kita lupa,Kalau apa yang kita lakukan hari ini, akan memberikan dampak pada diri kita kedepannya. Ntah sehari, dua hari, atau bahkan bertahun-tahun yang akan datang. Memang betul orang yang berlaku curang kelak akan mendapat nilai baik, dan mungkin juga akan menjadi seseorang yang berpangkat tinggi. Tapi, yang perlu kita ketahui adalah, apakah pada nilai yang bagus dan jabatan yang tinggi itu mengandung barokah? Apa jawabannya? Mengandung barokah atau tidak? Tentu tidak. Karena berkah Allah, tidak akan turun kepada orang yang berbuat maksiat pada apa yang ia lakukan.
Maka teman-temanku baarokallaahu fiy kum
Perjuangan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua. Dengan perjuangan, kita kelak akan melihat hasil dari apa yang telah kita perjuangkan. Apakah menjadi ulama’, guru, polisi, profesor, dosen, atau lain sebagainya, tentu terkait dengan usaha yang kita lakukan saat ini. Ada pepatah mengatakan, berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Memang kalimat itu bisa kita jadikan teladan bagi kita. Apalagi firman Allah yang berbunyi, “Fa inna ma’al usri yusra. Inna ma’al usri yusra”. Yang artinya, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (Q.S. Al-Insyirah).
Maka dari itu, marilah kita bersama menanamkan kedalam diri-diri kita rasa semangat untuk menggapai suatu kebaikan, dan senantiasa berdo’a memohon kepada Allah kemudahan dalam segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Sehingga, apa yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar, baik, dan penuh dengan keberkahan. Aamiin
Demikian yang dapat tim FORDA sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
Wassalaamu’alaikum Warohmatullaah Wabarokaatuhu (Rizqi Ashidqi)
0 komentar:
Posting Komentar