بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuhu
Alhamdulillah, tsumma sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah, amma ba’du.
Hai teman-teman yang ganteng-ganteng dan yang cantik-cantik, apa kabar niih? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal ‘afiat ya. Aamiin
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, FORDA MAN Godean akan memberikan sajian singkat yang berjudul “Jujur Is Ma’nyus”. Selamat mendengarkan yaa teman-teman.
Teman-teman sudah tahu belum apa itu jujur? Mau saya kasih tau tidak? Saya kasih tau saja ya. Jujur adalah suatu tindakan atau perbuatan yang mana ia lebih mengutamakan atas realita yang sebenarnya terjadi atau bisa dibilang “fakta”. Nah, jujur ini juga termasuk salah 1 dari sekian banyak akhlaq yang mulia lho. Jadi, marilah kita mencoba untuk berlaku jujur dalam setiap keadaan. Ya, dalam setiap keadaan, seperti jujur dalam berbicara, jujur dalam ujian, dan yang terutama jujur dalam iman. Nggeh nopo mboten?
Nah, bagi teman-teman yang masih sering bohong, cobalah untuk berlaku jujur. Sebab, kalau seandainya kita berlaku jujur, kita akan memperoleh kebaikan yang akan membawa kita ke Surganya Allah Subhanahu Wata’ala. Mau masuk surga napa mboten?
Sebagaimana dalam Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi wasallam : “Sesungguhnya Jujur itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga. Sesungguhnya seorang hamba senantiasa berlaku jujur hingga ditulis disisi Allah sebagai hamba yang jujur. Dan sungguh kedustaan itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke neraka. Sesungguhnya seorang hamba selalu berbuat dusta sehingga disisi Allah ditulis sebagai pendusta “ (Muttafaqun ‘Alayh)
Teman-temanku yang dirahmati Allah.
Memang, saat ini kejujuran merupakan barang yang sangat langka lagi disekeliling kita. Bagaimana tidak, bukankah saat ini kita sering melihat kebanyakan orang-orang sangat berambisi untuk mendapatkan keuntungan dunia dengan tidak memperhatikan cara apa yang ia gunakan? Ya, sungguh sangat banyak teman-temanku. Baik ketika ia sedang mencalonkan diri sebagai pejabat negara, bahkan tidak ketinggalan, kita yang statusnya sebagai pelajarpun juga ikut-ikutan menggunakan cara yang tidak bermoral itu ketika ujian berlangsung dengan alasan, “aku ingin mendapat nilai yang wow”. Leres nopo mboten?
Padahal teman-temanku Baarokallaahu fiy kum. Mungkin orang-orang yang melakukan ketidak-
jujuran tadi memang akan mendapatkan nilai atau pangkat yang ia inginkan. Tapi yang jadi pertanyaannya, apakah nilai atau pangkat itu membawa berkah atau malah petaka? Nah lho. Ditambah dengan kondisi seseorang yang suka berbuat bohong itu hatinya akan diliputi oleh ketidak tenangan atau kegelisahan. Betul tidak?
Padahal teman-temanku yang dirahmati Allah. Apabila kita cinta dengan kejujuran, niscaya Allah akan tanamkan pada hati kita kecintaan dengan yang namanya kejujuran. Sehingga ketika orang yang terbiasa berlaku jujur itu berbuat 1 hal saja yang bernuansa dusta atau bohong, maka hatinya akan tidak tenang karena memikirkan 1 kebohongan yang ia lakukan tadi. Namun, apabila seseorang itu selalu berbuat dusta atau bohong, niscaya Allah tanamkan dalam hatinya suka untuk berbuat dusta, sehingga bagi dirinya berbuat bohong itu bukanlah hal yang tercela. Na’udzubillah. Kalau sudah ada yang seperti itu, segeralah bertaubat wahai teman-temanku, sebab itu adalah salah 1 tanda matinya hati seseorang.
teman-temanku yang mudah-mudahan diberikan kebaikan oleh Allah.
Pernahkah kita mendengar sebuah kisah salah seorang ulama, yang ketika ia melakukan safar bersama dengan para pedagang? Pernah apa belum? Saya ceritakan saja yaa.
Alkisah hiduplah seorang anak laki-laki disuatu tempat bersama dengan seorang ibunya. Ia dikaruniai oleh Allah kecintaan terhadap ilmu agama. Hingga pada suatu hari, ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke suatu daerah dalam rangka menimba ilmu dari seorang ulama yang begitu terkenal ilmunya. Akhirnya sang ibu mengizinkannya dan memberikan sekantung uang yang diletakan di baju bagian ketiak agar tidak ketahuan oleh orang lain, seraya memberi nasehat kepada anaknya yang begitu dicintainya itu, “Wahai anakku, sebanyak apapun ilmu yang engkau miliki, apabila engkau tidak berlaku jujur, maka tidak akan berarti ilmu itu bagimu” kurang lebih seperti itu nasehat ibu tadi kepada anaknya.
Akhirnya sang anakpun mulai Bergegas mengikuti rombongan para pedagang yang 1 jalur dengannya. Setelah sekian jauh, tiba-tiba kelompok pedagang itu dikerumuni oleh sekawanan perampok. Akhirnya, barang dagangan para pedagang tadi diambil oleh perampok itu. Ternyata, anak kecil yang ikut dalam rombongan tadi tiba-tiba didatangi oleh 1 orang perampok dan bertanya, “hei anak kecil, kamu punya uang tidak?”, anak kecil itu menjawab, “ya ada, ini dijahit di baju dekat ketiakku”. Mendengar hal itu, sang perampok tadi tidak percaya dan berkata, “kamu masih kecil sudah berani bohong ya?”, anak kecil itu menjawab sambil mengambil uang yang dijahitkan oleh ibunya dibaju yang ia pakai, “saya tidak bohong, ini buktinya”. Melihat kerisuhan yang terjadi antara seorang perampok dengan sang anak kecil tadi, tiba-tiba pemimpin perampok itu datang dan bertanya, “ada apa ini?”. Lalu si perampok bawahannya itu menjelaskan kejadian yang terjadi kepada pemimpn perampoknya. Mendengarhal itu, tiba-tiba pemimpin perampok itu diam seketika, serasa hatinya malu dengan anak kecil yang ada didepannya. Ia berfikir, lalu merenungi kehidupannya sebagai seorang perampok yang penuh dengan kedustaan dan kekerasan. Akhirnya,
Ketika itu juga sang pemimpin perampok tersadar dan bertaubat menyesali perbuatan yang selama ini ia lakukan. Lalu, pemimpin perampok itu menyuruh para bawahannya untuk bertaubat pula dan mengembalikan harta yang baru saja tadi mereka rampas dari para pedagang. Tidak hanya itu, sekawanan perampok tadi memutuskan untuk mengikuti sang anak tadi dan menjadikannya sebagai guru. SubhanaAllah.. Lihatlah teman-temanku, hasil dari sebuah kejujuran menjadikan sekelompok manusia mendapatkan hidayah Allah Subhanahu Wata’ala. Baarokallaahu Fiy kum
Kalau model gaya bicara pak Mario Teguh memberi nasehat sih seperti ini, “Kepada sahabat super yang baik hatinya, marilah kita senantiasa berlaku jujur dimanapun kita berada. Janganlah kita merasa nyaman ketika kita berlaku bohong, sebab pasti apa yang kita lakukan akan mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Dan apabila syaithon menggoda kita untuk berlaku bohong atau dusta, maka janganlah kita ikuti, tapi tetaplah yakin bahwa Allah pasti menolong orang-orang yang senantiasa bertaqwa dan memberikan kemudahan kepada kita yang selalu berbuat kebaikan karena mengharap keridho’anNya.
Mudah-mudahan, sajian singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi penulis dan pendengar yang setia. Dan marilah kita coba renungi kesalahan-kesalahan kita yang lalu, dan mulai tersadar bahwa berbuat bohong adalah keburukan, dan keburukan akan membawa kepada nerakanya Allah Subhanahu Wata’ala. Nas’alullaaha salaamatan
Assalaamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuhu...... (Karya : Rizqi Ashidqi)
0 komentar:
Posting Komentar